Lomba Mancing Udang Galah di Sungai Sambas, Peserta Diminta Lepaskan Udang yang Sedang Bertelur

Lomba Mancing Udang Galah di Sungai Sambas, Peserta Diminta Lepaskan Udang yang Sedang Bertelur. (Foto: Fb/Pil Santai)

KalbarOke.Com – Antusiasme besar terlihat dalam pembukaan Lomba Mancing Udang Galah Pegasus Season II se-Kabupaten Sambas. Kegiatan yang diselenggarakan di Sungai Sambas Kecil, Desa Tanjung Bugis, Kecamatan Sambas, pada Minggu (19/10/2025) ini menarik perhatian ratusan peserta.

Tercatat sebanyak 463 pemancing dari berbagai komunitas dan individu, termasuk pemancing dari luar daerah seperti Kota Singkawang dan Kabupaten Mempawah, memadati muara ulakan Sambas.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi, yang hadir mewakili Bupati Sambas. Dalam sambutannya, Wabup Heroaldi tidak hanya menekankan aspek kompetisi dan hiburan, tetapi juga pentingnya edukasi dan kepedulian lingkungan.

Baca :  Lewat PLBN Aruk, 25 Ton Semangka Kalbar Sukses Diekspor ke Luar Negeri

Wakil Bupati Heroaldi secara tegas mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas dan berperan aktif dalam menjaga kelestarian biota sungai, terutama Udang Galah yang merupakan kebanggaan masyarakat Sambas.

Ia menuturkan bahwa Sungai Sambas Kecil adalah bagian vital dari kehidupan masyarakat yang harus dirawat bersama. Untuk memastikan keberlangsungan populasi udang di masa depan, ia mengimbau peserta untuk bertindak bijak.

“Jika nanti ada peserta yang mendapatkan udang yang sedang bertelur, mohon dilepaskan kembali ke sungai. Itu bentuk kepedulian kita untuk menjaga keberlangsungan hidup udang dan ekosistem sungai, demi anak cucu kita kelak,” ujar Wabup Heroaldi.

Baca :  Sanggau Siap Bergoyang! Konser Judika dan Hijau Daun di Damai Fest 2026 Targetkan 7.000 Penonton

Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab bersama terhadap konservasi dan ekosistem sungai, sekaligus memberikan edukasi bahwa memancing harus dilakukan secara berkelanjutan.

Lomba Mancing Udang Galah Pegasus Season II ini berhasil menciptakan suasana semangat dan kebersamaan yang kental. Kegiatan ini tidak hanya menjadi kompetisi memperebutkan hadiah, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi antarpecinta mancing dari berbagai daerah serta hiburan bagi warga Sambas.

Diharapkan, melalui kegiatan seperti ini, kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai dan kelestarian Udang Galah dapat terus meningkat, sejalan dengan sportivitas dalam berkompetisi.