Dua Mata Elang Tewas Dikeroyok di Kalibata, Polisi Usut Pelaku dan Kronologi Kerusuhan

Dua mata elang tewas dikeroyok massa di Kalibata, Jakarta Selatan. Polda Metro Jaya masih menyelidiki pelaku pengeroyokan yang memicu kerusuhan dan pembakaran warung di sekitar TMP Kalibata. Foto: tangkapan layer YouTube Warta Kota Production

KalbarOke.com – Polda Metro Jaya terus mendalami kasus pengeroyokan brutal yang menewaskan dua orang mata elang berinisial NAT dan MET di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Insiden ini memicu kerusuhan hebat hingga pembakaran warung di sekitar Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada Kamis (11/12/2025) malam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengatakan bahwa sejumlah massa yang diduga terafiliasi dan memukuli kedua korban masih dalam proses penyelidikan.

“Ini masih didalami karena saksi masih terbatas. Info awal seperti itu. Masih di lidik oleh Ditreskrimum PMJ dan Polrestro Jaksel, kami mohon waktu,” ujarnya, Jumat (12/12/2025).

Baca :  Undang Gelak Tawa! Drama Komedi Lansia Warnai Perayaan Natal di GPDI Gloria Citra Indah Jonggol

Menurut Budi, pengeroyokan terjadi saat kedua mata elang tersebut berusaha menghentikan seorang pengendara motor. Namun, aksi itu justru memicu reaksi dari kelompok massa lain yang melihat kejadian sehingga berujung pada pengeroyokan.

Situasi di sekitar TMP Kalibata kemudian berubah mencekam setelah sejumlah orang mengamuk dan merusak fasilitas warga. Sebuah warung dilaporkan dibakar oleh sekelompok orang yang diduga merupakan kelompok korban.

Baca :  Peredaran Ganja 83 Kg Terbongkar, Tiga Pengedar Ditangkap

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol. Nicolas Ary Lilipaly, mengungkapkan bahwa kerusuhan dipicu oleh kelompok yang datang menyerang dan melakukan perusakan.

“Tiba-tiba kelompok, mungkin dari kelompok mereka, datang menyerang membabi buta, merusak warung yang ada di sini,” jelasnya.

Pihak kepolisian telah mengamankan lokasi dan kini tengah melakukan penyisiran serta pemeriksaan saksi untuk mengungkap pelaku pengeroyokan dan pemicu utama kerusuhan. (*/)