Desak Pembubaran Tarekat Al-Mu’min, Ratusan Massa Aliansi Umat Islam Bersatu Geruduk Mapolda Kalbar

Desak Pembubaran Tarekat Al-Mu’min, Ratusan Massa Aliansi Umat Islam Bersatu Geruduk Mapolda Kalbar. (Foto: Humas)

KalbarOke.Com – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Bersatu Kalimantan Barat bersama gabungan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) mendatangi Mapolda Kalbar pada Jumat (9/1/2026). Kedatangan massa bertujuan menyampaikan aspirasi terkait penolakan terhadap aktivitas Tarekat Al-Mu’min di wilayah tersebut.

“Kami menuntut pembubaran Tarekat Al-Mu’min dan meminta pihak kepolisian mengadili pimpinannya, Muhammad Efendi Sa’ad,” ujar Koordinator Lapangan, Afriansyah, dalam orasinya.

Massa yang bergerak dari Masjid Mujahidin Pontianak ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian guna memastikan aksi berjalan tertib. Kedatangan mereka merupakan bentuk keresahan atas keberadaan tarekat tersebut yang dinilai perlu segera ditindaklanjuti secara hukum oleh pihak berwenang.

Pihak kepolisian pun memberikan ruang bagi perwakilan massa untuk berdialog secara langsung di dalam ruang Dit Reskrimum. Sinergi antara massa dan petugas di lapangan membuat suasana penyampaian aspirasi di depan pintu gerbang Mapolda tetap terjaga kondusivitasnya.

Sebanyak 15 orang perwakilan massa diterima langsung oleh Wadir Reskrimum Polda Kalbar, AKBP Siswo Dwi Nugroho, guna melakukan audiensi resmi. Dalam pertemuan tertutup tersebut, aliansi yang didukung oleh LPM, SPM, IKBM, dan LKM secara formal menyerahkan poin-poin tuntutan mereka.

Baca :  Sintang Darurat Narkoba! Penyitaan Ekstasi Melonjak Ribuan Persen, Polres Sintang Amankan 707 Butir Selama 2025

“Pihak Polda Kalbar akan menerima seluruh laporan masyarakat dan diproses sesuai ketentuan SOP penanganan suatu perkara secara transparan,” tegas Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono.

Pihak kepolisian memastikan bahwa setiap laporan yang masuk akan ditelaah berdasarkan bukti-bukti hukum yang ada sebelum mengambil tindakan lebih lanjut. Proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional guna memastikan keadilan bagi semua pihak sesuai dengan koridor hukum yang berlaku di Indonesia.

Audiensi ini menjadi jembatan komunikasi agar tidak terjadi aksi main hakim sendiri di tengah masyarakat. Polda Kalbar berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dengan tetap mendengarkan masukan dari tokoh-tokoh agama maupun ormas setempat.

Kabid Humas Polda Kalbar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada massa yang telah menjalankan aksi dengan sangat tertib hingga membubarkan diri secara teratur pada sore hari. Ketertiban ini menunjukkan kedewasaan masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

“Kami berterima kasih kepada rekan-rekan Aliansi yang telah menyampaikan tuntutannya sesuai prosedur sehingga suasana tetap kondusif,” tambah Kombes Pol Bambang Suharyono.

Polri menegaskan bahwa transparansi publik akan menjadi prioritas dalam penanganan kasus ini. Setiap tahapan perkembangan perkara akan disampaikan kepada pelapor agar masyarakat dapat memantau langsung kinerja kepolisian dalam menangani isu-isu sensitif terkait keagamaan.

Baca :  Sekda Harisson Sebut Keluarga Harmonis Kunci Pembangunan Daerah di Perayaan Natal DWP Kalbar

Diharapkan masyarakat tetap tenang dan mempercayakan proses sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Langkah hukum yang terukur diambil guna menghindari potensi konflik horizontal dan menjaga kedamaian di Bumi Khatulistiwa.

Aksi yang berakhir damai ini menjadi contoh bagi penyampaian aspirasi lainnya di masa depan. Polda Kalbar akan terus bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat untuk memastikan setiap permasalahan diselesaikan melalui jalur hukum yang konstitusional.


Ringkasan Berita

• Aliansi Umat Islam Bersatu Kalbar menggelar aksi di Mapolda Kalbar pada Jumat (9/1/2026) menuntut pembubaran Tarekat Al-Mu’min.

• Massa mendesak kepolisian untuk segera mengadili pimpinan tarekat tersebut, Muhammad Efendi Sa’ad, terkait aktivitas kelompoknya.

• Perwakilan massa diterima untuk audiensi oleh Wadir Reskrimum AKBP Siswo Dwi Nugroho guna penyerahan tuntutan resmi.

• Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono memastikan laporan akan diproses secara transparan sesuai SOP kepolisian.

• Aksi berlangsung tertib mulai dari titik kumpul Masjid Mujahidin hingga massa membubarkan diri secara teratur pada sore hari.