Entikong Terendam Banjir 2 Meter! Sungai Sekayam Meluap, Polisi Rakit Perahu Darurat dari Ban Bekas Demi Evakuasi Warga

Entikong Terendam Banjir 2 Meter! Sungai Sekayam Meluap, Polisi Rakit Perahu Darurat dari Ban Bekas Demi Evakuasi Warga. (Foto: Humas)

KalbarOke.Com – Bencana alam banjir melanda wilayah Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, pada Jumat (9/1/2026). Curah hujan ekstrem sejak malam hari menyebabkan Sungai Sekayam meluap dan merendam pemukiman warga di kawasan perbatasan. Kondisi ini diperparah oleh kiriman air dari wilayah hulu di Desa Suruh Tembawang.

“Kami memprioritaskan evakuasi warga untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk akibat debit air yang masih meningkat,” ujar Kapolsek Entikong, AKP Donny Sembiring.

Titik terparah terpantau di Jalan Pak Tangkir, Desa Entikong, di mana ketinggian air mencapai kurang lebih 2 meter dan merendam sedikitnya 15 rumah warga. Selain itu, kawasan Komplek Bea Cukai Lama turut terendam setinggi 1,5 meter yang berdampak pada 10 rumah warga.

Akses jalan di beberapa dusun, termasuk di Desa Pala Pasang dan Desa Semanget, kini terputus akibat genangan air setinggi setengah hingga satu meter. Aktivitas ekonomi masyarakat di titik-titik terdampak praktis lumpuh total.

Menghadapi keterbatasan sarana di tengah kondisi darurat, jajaran Polsek Entikong bersama TNI dan relawan melakukan aksi kreatif dengan merakit perahu darurat menggunakan drum dan ban bekas.

Langkah ini diambil agar proses penyelamatan warga di lokasi yang sulit dijangkau tetap bisa berjalan tanpa menunggu bantuan perahu karet tiba.

Baca :  Maut Karena Utang 700 Ribu: Pelaku Pembunuh Pelajar dalam Karung di Sanggau Tertangkap, Motor Korban Sempat Digadai

“Petugas di lapangan membuat perahu darurat dari drum dan ban bekas untuk membantu evakuasi warga di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan,” tambah AKP Donny Sembiring.

Aparat gabungan telah mendirikan posko darurat bencana sebagai pusat koordinasi dan pelayanan sementara. Warga yang rumahnya terendam hingga atap telah dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi dan aman dari jangkauan luapan air sungai.

Pemerintah kecamatan dan BPBD saat ini terus melakukan pendataan jumlah rumah serta fasilitas umum yang mengalami kerusakan. Meski belum dilaporkan adanya korban jiwa, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat tren debit air di wilayah hulu masih menunjukkan kenaikan.

Pihak kepolisian memperingatkan adanya potensi banjir kiriman yang akan mengalir menuju kecamatan tetangga di sepanjang aliran Sungai Sekayam. Wilayah Kecamatan Sekayam, Beduai, dan Kembayan diminta segera bersiaga mengantisipasi kenaikan debit air dalam beberapa jam ke depan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” tegas Kapolsek Entikong.

Aparat di lapangan juga telah mengusulkan penambahan bantuan perahu karet dan rompi pelampung dari BPBD Kabupaten Sanggau guna menjamin keselamatan personel selama operasi penyelamatan berlangsung.

Baca :  Air Keruh Tak Masalah! Ratusan Wisatawan Tetap Padati Pancur Aji Sanggau Selama Libur Tahun Baru 2026

Patroli rutin terus dilakukan menggunakan sarana yang ada untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal di area berbahaya.

Kerja sama antara perangkat desa dan tim gabungan menjadi kunci dalam pemutakhiran data warga terdampak. Posko darurat kini difungsikan sebagai titik penyaluran bantuan makanan serta obat-obatan bagi para pengungsi.

Pemerintah daerah diharapkan segera menetapkan kebijakan lanjutan terkait penanganan pascabencana bagi infrastruktur yang rusak. Hingga berita ini diturunkan, cuaca di kawasan perbatasan masih terpantau mendung dengan potensi hujan susulan yang cukup tinggi.


Ringkasan Berita

• Banjir besar merendam Kecamatan Entikong pada Jumat (9/1/2026) dengan ketinggian air mencapai 2 meter di Jalan Pak Tangkir.

• Luapan Sungai Sekayam berdampak pada sejumlah desa seperti Desa Entikong, Suruh Tembawang, Pala Pasang, Sontas, dan Semanget.

• Petugas Polsek Entikong dan TNI berinisiatif merakit perahu dari ban bekas dan drum untuk mengevakuasi warga yang terjebak di lokasi dalam.

• Posko darurat bencana telah didirikan sebagai pusat koordinasi bantuan dan pelayanan sementara bagi pengungsi.

• Warga di Kecamatan Sekayam, Beduai, dan Kembayan diimbau siaga menghadapi potensi banjir kiriman dari wilayah hulu Entikong.