Landak  

Banjir di 28 Desa Landak Surut Total, Pengungsi Mandiri Mulai Tinggalkan Surau dan Kembali ke Rumah

Kondisi air di dusun Raiy, desa Raja, kecamatan Ngabang, Selasa siang (13/1/2025). | Banjir di 28 Desa Landak Surut Total, Pengungsi Mandiri Mulai Tinggalkan Surau dan Kembali ke Rumah. (Foto: Hendri Marcelleno)

KalbarOke.Com – Kabar melegakan datang dari Kabupaten Landak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak melaporkan bahwa genangan air yang sempat merendam pemukiman warga kini telah surut sepenuhnya. Berdasarkan rekapan data hingga Selasa siang (13/1/2026), tercatat sebanyak 28 desa yang sebelumnya terdampak banjir kini sudah kembali normal.

“Sampai pagi hari ini, Selasa 13 Januari, kami pantau Sungai Landak sudah surut. Hingga saat ini juga tidak ada laporan dari kecamatan-kecamatan di wilayah hulu terkait curah hujan lebat,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Landak, Stefanus Suseno Caroko Hadi, saat ditemui di Posko GOR Indoor Bujakng Nyangko, Ngabang.

Desa-desa yang telah pulih tersebut tersebar luas di sembilan kecamatan, meliputi Banyuke Hulu, Air Besar, Jelimpo, Menyuke, Mempawah Hulu, Kuala Behe, Menjalin, Meranti, hingga pusat ibu kota di Ngabang. Kecepatan surutnya air ini memungkinkan pemulihan akses transportasi dan ekonomi warga berjalan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Meskipun kondisi telah membaik, BPBD tetap menyiagakan personel di GOR Indoor sebagai pusat komando. Hal ini dilakukan guna memastikan pendataan pasca-bencana tetap akurat serta memantau jika ada kebutuhan mendesak dari warga yang baru saja kembali ke rumah mereka.

Pantauan langsung di lapangan menunjukkan perubahan drastis pada wajah wilayah terdampak. Di Desa Hilir Tengah, khususnya Dusun Sri Bernian, genangan air yang sempat merendam jalan dan rumah warga pada Minggu lalu kini telah kering. Warga terlihat mulai membersihkan sisa lumpur dan kembali beraktivitas di sekitar permukiman.

Baca :  Waspada Akumulasi Air di Ngabang, BPBD Aktifkan Posko Siaga Bencana di GOR Bujakng Nyangko

Kondisi serupa terpantau di Desa Raja, Dusun Raiy. Wilayah yang sebelumnya menjadi titik waspada karena kedekatannya dengan aliran sungai ini kini sudah bersih dari genangan. Tidak tampak lagi hambatan bagi kendaraan yang ingin melintas, dan lingkungan sekitar kembali aman untuk dihuni.

“Sekarang tidak ada laporan apa-apa lagi. Air sudah mulai surut, dan pengungsi mandiri yang kemarin berada di surau dekat steher sudah mulai kembali ke rumah masing-masing,” jelas Stefanus menambahkan.

Para warga yang sempat mengungsi secara mandiri di tempat ibadah maupun rumah kerabat kini telah membawa kembali barang-barang mereka. Kelegaan terpancar dari masyarakat yang sempat terhambat aktivitasnya selama beberapa hari terakhir akibat luapan air sungai yang masuk ke dalam rumah.

Hingga Selasa siang, BPBD Kabupaten Landak memastikan tidak ada lagi laporan masuk terkait adanya banjir susulan maupun kondisi gawat darurat dari masyarakat. Kondisi di wilayah hulu terpantau stabil tanpa adanya peningkatan tinggi muka air yang signifikan.

“Kami tetap melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan cuaca. Namun hingga siang hari ini, tidak terdapat laporan adanya pengungsi,” tegas Stefanus.

Baca :  Karolin Luncurkan Inovasi Kedelai dan Ubi Kayu di Jelimpo, Landak Juara Pangan Kalbar

Meskipun status saat ini terkendali, BPBD terus mengimbau masyarakat, terutama yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Landak, untuk tidak sepenuhnya menurunkan kewaspadaan. Perubahan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi sewaktu-waktu mengingat musim penghujan yang belum berakhir sepenuhnya.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan informasi resmi terkait perkembangan kondisi cuaca. Koordinasi antara pihak desa dan kecamatan diharapkan tetap berjalan lancar agar setiap potensi ancaman bencana di masa depan dapat dimitigasi sejak dini demi keselamatan seluruh warga Kabupaten Landak.


Ringkasan Berita

• Per Selasa (13/1/2026) siang, BPBD Landak mencatat 28 desa terdampak banjir di 9 kecamatan sudah mengalami surut total.

• Kepala BPBD Stefanus Suseno Caroko Hadi mengonfirmasi Sungai Landak kembali normal dan nihil laporan banjir baru dari wilayah hulu.

• Warga di Dusun Sri Bernian dan Dusun Raiy Ngabang telah kembali ke rumah dan mulai membersihkan sisa banjir.

• Seluruh pengungsi mandiri yang sempat bertahan di surau dan tempat pengungsian sementara sudah kembali ke rumah masing-masing.

• BPBD tetap bersiaga di GOR Indoor Bujakng Nyangko untuk memantau potensi cuaca ekstrem meski kondisi saat ini dinyatakan aman dan terkendali.