Operasi Ganti Lutut Sultan Brunei Libatkan Pakar dari USA, Istirahat 3 Bulan: Rakyat Doa Serentak

Sultan Hasanal Bolkiah berdo'a bersama Presiden Prabowo saat kunjungan kerja. | Sultan Brunei Operasi Ganti Lutut, Istirahat Agenda Kenegaraan 3 Bulan: Rakyat Diminta Berdoa Khusus. (Foto: Ist.)

KalbarOke.Com – Pemerintah Negara Brunei Darussalam melalui Jabatan Perdana Menteri mengeluarkan pengumuman khusus terkait kesehatan pemimpin tertinggi negara pada Selasa (13/1/2026). Atas seizin Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah, diinformasikan bahwa Baginda akan menjalani perawatan kesehatan terencana pada akhir pekan ini.

Menteri di Jabatan Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan II, Pehin Datu Lailaraja Mejar Jeneral (B) Dato Paduka Seri Awang Haji Halbi bin Haji Mohd Yussof, menyampaikan bahwa Sultan dijadwalkan masuk ke Jerudong Park Medical Centre (JPMC) pada Minggu, 18 Januari 2026.

“Baginda akan menjalani perawatan kesehatan yang telah direncanakan sebelumnya guna memastikan keafiatan Baginda tetap terjaga,” jelas Pehin Dato Haji Halbi dalam siaran pers resmi tersebut.

Selama menjalani perawatan dan masa pemulihan, kehadiran Baginda dalam berbagai majlis kenegaraan dan acara resmi akan dibatasi untuk sementara waktu. Namun, Jabatan Perdana Menteri memastikan bahwa Sultan akan tetap menjalankan tugas-tugas resmi pemerintahan sebagaimana mestinya.

Prosedur Medis dan Tim Ahli Amerika Serikat

Menteri Kesehatan Brunei, Dato Seri Setia Mohammad Isham bin Haji Jaafar, memberikan rincian bahwa prosedur medis yang akan dijalani Sultan adalah pembedahan penggantian sendi lutut kanan (Right Total Knee Replacement). Prosedur ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi lutut, meningkatkan mobilitas, serta memberikan kenyamanan bagi kesehatan jangka panjang Baginda.

Baca :  Banjir Bandang Terjang Kepulauan Sitaro Renggut 7 Korban Jiwa

Pembedahan ini akan dipimpin oleh Professor Andrew Freiberg, seorang pakar bedah ortopedi terkemuka dari Amerika Serikat yang memiliki pengalaman luas dalam bedah rekonstruktif sendi.

“Setelah pembedahan, masa pemulihan diperkirakan akan memakan waktu dua hingga tiga bulan, yang mencakup sesi fisioterapi secara intensif,” ungkap Menteri Kesehatan.

Pihak rumah sakit dan tim dokter akan terus memantau perkembangan kesehatan Sultan pasca-operasi secara berkala. Keterbukaan informasi mengenai kondisi kesehatan pemimpin nomor satu Brunei ini merupakan bagian dari transparansi pemerintah kepada rakyatnya.

Agenda Keagamaan Nasional: Doa dan Munajat Serentak

Menyambut jadwal pembedahan tersebut, Menteri Hal Ehwal Ugama, Pehin Udana Khatib Dato Paduka Seri Setia Ustaz Haji Awang Badaruddin, mengumumkan rangkaian acara keagamaan di seluruh negeri. Seluruh lapisan masyarakat diserukan untuk bersama-sama memohon perlindungan dan kesembuhan bagi Sultan yang dicintai.

Adapun rangkaian acara keagamaan yang akan digelar meliputi:

Kamis Malam (15 Januari): Shalat Sunnah Hajat, bacaan Surah Yasin, dan Doa Khas di seluruh masjid dan mushalla se-Brunei, dengan pusat kegiatan di Jame’ ‘Asr Hassanil Bolkiah.

Jumat (16 Januari): Shalat Sunnah Hajat dan Doa Khas yang dilaksanakan sebelum Shalat Jumat dimulai.

Baca :  Pemerintah Mulai Alihkan Penanganan Bencana Sumatra ke Fase Pemulihan Jangka Menengah

16–18 Januari: Doa Khas akan dipanjatkan pada setiap waktu Shalat Fardhu, terutama setelah Shalat Maghrib di seluruh balai ibadah.

Senin (19 Januari): Munajat Khas bagi Institusi Pendidikan yang melibatkan pelajar sekolah Arab, sekolah agama, hingga sekolah umum di seluruh Brunei.

Jabatan Perdana Menteri dan otoritas terkait berkomitmen untuk terus memberikan pembaruan informasi mengenai perkembangan kondisi kesehatan Sultan pasca-operasi dari waktu ke waktu.

Pemerintah berharap doa tulus dari seluruh rakyat dapat mempercepat proses penyembuhan Baginda agar dapat kembali memimpin negara dengan kesehatan yang sempurna.


Ringkasan Berita

• Sultan Brunei Darussalam akan menjalani operasi penggantian sendi lutut kanan di JPMC pada Minggu, 18 Januari 2026.

• Tim medis dipimpin oleh pakar ortopedi asal Amerika Serikat, Prof. Andrew Freiberg, dengan masa pemulihan sekitar 2-3 bulan.

• Agenda kenegaraan Sultan akan dibatasi untuk sementara waktu, namun tugas resmi pemerintahan tetap berjalan.

• Pemerintah Brunei menggelar rangkaian shalat hajat dan doa bersama di seluruh masjid nasional mulai 15 hingga 19 Januari 2026.

• Pengumuman ini disampaikan secara terpadu oleh Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Menteri Kesehatan, dan Menteri Hal Ehwal Ugama pada Selasa (13/1/2026).