Kasus HPL Pasir Panjang, Massa Datangi Kejaksaan Negeri Singkawang

Satuan Brimob Polda Kalbar mengamankan aksi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri Singkawang yang mendukung penanganan perkara HPL Pasir Panjang dan menolak intervensi hukum. Foto: Divisi Humas Polri

KalbarOke.com – Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar Masyarakat Damai Peduli Singkawang bersama Masyarakat Peduli Anti Korupsi (MPAK) di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Singkawang, Rabu, 14 Januari 2026.

Pengamanan dipimpin Kapolres Singkawang Ajun Komisaris Besar Polisi Doddy Yudianto Arruan dengan melibatkan personel gabungan. Kepolisian menyebut langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama penyampaian aspirasi berlangsung.

Dalam aksi itu, massa menyampaikan dukungan terhadap Kejaksaan Negeri Singkawang yang tengah menangani perkara Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Pasir Panjang. Kasus tersebut diduga melibatkan sejumlah pejabat Pemerintah Kota Singkawang terkait pemberian keringanan retribusi HPL yang dinilai menguntungkan pihak tertentu.

Baca :  Polisi Musnahkan 20 Rakit PETI di Lahan Pemda Desa Jake

Selain menyatakan dukungan, peserta aksi menolak segala bentuk intervensi di luar mekanisme hukum. Mereka menekankan pentingnya menjaga independensi aparat penegak hukum dalam proses peradilan. Massa juga merujuk pada Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman sebagai landasan penegakan hukum yang bebas dari tekanan.

Wakil Komandan Batalyon Pelopor Satuan Brimob Polda Kalbar Komisaris Polisi Sri Handoko mengatakan pengamanan dilakukan untuk memastikan warga dapat menyampaikan aspirasi secara damai. Menurut dia, aparat berupaya mencegah potensi gangguan keamanan selama aksi berlangsung.

Baca :  Aksi Licin Maling Motor Ngabang Terbongkar, Pelaku Ubah Warna Kendaraan Demi Bayar Hutang

“Kami hadir untuk memastikan masyarakat merasa aman saat menyampaikan aspirasi. Pengamanan dilakukan sesuai prosedur dan diawali dengan pengecekan personel,” kata Sri Handoko.

Ia menyebut aksi berjalan tertib dan tidak disusupi pihak yang berpotensi memicu tindakan anarkis. Kepolisian memastikan kegiatan berakhir tanpa insiden. (*/)