Perahu Nelayan Terbalik di Perairan Tobaku Saat Cuaca Buruk

Dua nelayan asal Lasusua, Kolaka Utara, berhasil dievakuasi polisi setelah perahu mereka terbalik dihantam angin kencang dan gelombang tinggi di Perairan Tobaku. Foto: Divisi Humas Polri

KalbarOke.com – Dua nelayan asal Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, selamat setelah perahu yang mereka tumpangi terbalik dihantam angin kencang dan gelombang tinggi di Perairan Tobaku, Selasa petang, 13 Januari 2025.

Peristiwa itu dialami Sultan, 40 tahun, dan Nawa, 39 tahun, saat melaut di perairan Desa Lanipa-nipa. Menjelang pukul 18.00 Wita, cuaca yang semula normal berubah drastis. Angin kencang disertai gelombang tinggi menghantam perahu hingga atap kapal tersapu ombak dan perahu terbalik.

Dalam kondisi terombang-ambing di laut, Sultan berusaha mempertahankan satu-satunya alat komunikasi yang dimilikinya. “Saya langsung cari handphone supaya bisa menghubungi orang di darat,” kata Sultan.

Baca :  Atraksi Menembak Warnai Pelantikan Bintara Polri 2025 di SPN

Ponsel tersebut masih berfungsi karena dilengkapi pelindung tahan air. Sambil berpegangan pada badan perahu yang terbalik, Sultan menghubungi rekannya di Polres Kolaka Utara. Informasi itu kemudian diteruskan ke petugas yang tengah berpatroli.

Sementara itu, Nawa sempat mencoba membalikkan perahu, namun gagal. Ia bertahan hampir satu jam di tengah gelombang sambil berteriak meminta pertolongan.

Mendapat laporan kecelakaan laut, personel Polres Kolaka Utara yang sedang melakukan patroli rutin di Perairan Tobaku segera bergerak menuju lokasi. Tim patroli dipimpin Kapolsek Lasusua Ajun Komisaris Polisi Adianto. “Kami menuju titik lokasi dengan dipandu korban melalui sambungan telepon,” ujar Adianto.

Baca :  Nilai TKA 2025 SMA Anjlok, Kemendikdasmen Soroti Lemahnya Kemampuan Analisis Siswa

Sekitar pukul 19.00 Wita, kapal patroli menemukan perahu nelayan yang terbalik beserta kedua korban. Sultan dan Nawa kemudian dievakuasi ke atas kapal patroli dalam kondisi selamat. Polisi juga menarik perahu korban menuju daratan.

Sekitar satu jam kemudian, kedua nelayan tiba di Dermaga Lacaria, yang dikenal warga setempat sebagai Rumah Biru. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kolaka Utara dan warga setempat turut membantu proses penanganan di darat.

Kepolisian menyebut respons cepat patroli laut menjadi faktor penentu keselamatan kedua nelayan di tengah cuaca buruk yang melanda perairan Kolaka Utara sore itu. (*/)