Polisi Bongkar Laboratorium Gelap Etomidate di Apartemen

Polda Metro Jaya membongkar laboratorium gelap produksi etomidate di apartemen Jakarta Utara. Polisi menyita bahan baku yang diduga setara 15.000 cartridge vape narkotika. Foto: Divisi Humas Polri/kolase KalbarOke.com

KalbarOke.com — Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar praktik produksi narkotika jenis etomidate di sebuah apartemen kawasan Jakarta Utara. Apartemen itu disulap menjadi clandestine laboratory atau laboratorium gelap, lengkap dengan peralatan kimia untuk memproduksi cairan narkotika yang diduga akan diedarkan dalam bentuk cartridge vape.

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta terkait paket mencurigakan yang diduga berisi bahan narkotika. Informasi itu kemudian dikembangkan oleh Subdirektorat 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya melalui metode control delivery.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan, pada Jumat, 9 Januari 2025 sekitar pukul 15.30 WIB, petugas mengikuti pengiriman paket hingga ke sebuah apartemen di Jakarta Utara. Dari pengawasan tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial DJ di lobi apartemen.

Baca :  Diskon Tiket Pesawat Natal–Tahun Baru Dongkrak Penumpang, Soekarno-Hatta Tembus 176 Ribu Orang per Hari

“Penggeledahan di unit apartemen tersangka menemukan satu paket etomidate seberat 100 gram bruto serta sejumlah peralatan laboratorium yang diduga digunakan untuk memproduksi narkotika,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 Januari 2026.

Barang bukti yang disita meliputi tabung laboratorium, alat suntik, timbangan digital, pengaduk kaca, bahan kimia, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya. Polisi menduga apartemen tersebut memang difungsikan khusus sebagai tempat produksi, bukan sekadar penyimpanan.

Pengembangan perkara membawa penyidik kembali ke Bandara Soekarno-Hatta. Pada Sabtu, 10 Januari 2026 sekitar pukul 09.00 WIB, polisi menangkap seorang warga negara asing asal Tiongkok berinisial HW di Terminal 2F. Dari tangan HW, petugas menyita plastik kemasan yang diduga akan digunakan sebagai bungkus cartridge vape berisi etomidate.

Baca :  Peredaran Ganja 83 Kg Terbongkar, Tiga Pengedar Ditangkap

Menurut Budi, kedua tersangka tidak bekerja sendiri. “Penyelidikan sementara menunjukkan mereka dikendalikan oleh seorang pengendali berinisial C, yang saat ini berstatus daftar pencarian orang dan berada di luar negeri,” ujarnya.

Polisi memperkirakan bahan baku yang diamankan dapat diolah menjadi sekitar 30 liter cairan etomidate, atau setara dengan 15.000 cartridge vape. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menyasar pasar pengguna narkotika sintetis dalam skala besar.

Budi menegaskan, pengungkapan laboratorium gelap ini berpotensi menyelamatkan ribuan orang dari penyalahgunaan narkotika. “Kami mengajak masyarakat aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing untuk memutus mata rantai peredaran narkoba,” katanya. (*/)