KalbarOke.Com – Insiden kecelakaan beruntun yang menghebohkan pengguna jalan di kawasan Bundaran Mayor Alianyang, Selasa (13/1/2026) malam, akhirnya terungkap. Sebuah mobil pick up bernomor polisi KB 8979 MH yang dikemudikan oleh Melky menyapu tiga unit sepeda motor di depannya hingga mengakibatkan kemacetan panjang di akses utama keluar-masuk lintas kabupaten tersebut.
Kecelakaan yang terjadi pada pukul 19.05 WIB ini bermula saat mobil pick up melaju dari arah luar kota menuju Pontianak. Bukannya fokus pada jalan yang mulai padat, perhatian pengemudi justru teralih sepenuhnya oleh perangkat ponsel miliknya.
Akibat hilangnya konsentrasi, mobil tersebut menabrak motor pertama yang dikendarai Rahmat Hidayat. Bukannya menghentikan laju kendaraan, mobil terus merangsek maju dan berturut-turut menghantam motor milik Yaumil Ikram serta Viktor Martahi. Laju kendaraan baru terhenti setelah naik ke atas trotoar dan menghantam pohon di area taman bundaran.
Satuan Lalu Lintas Polres Kubu Raya bergerak cepat melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Hasil penyelidikan sementara menunjukkan adanya unsur kelalaian manusia yang sangat mendasar sebagai pemicu utama peristiwa ini.
“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, diduga kuat pengemudi mobil pick up sedang menggunakan handphone saat mengemudi,” tegas Kasat Lantas Polres Kubu Raya IPTU J. Effendhi Kusuma melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade, Rabu (14/1/2026).
Pihak kepolisian menyatakan bahwa tindakan tersebut membuat pengemudi mengalami out of control atau kehilangan kendali total atas kendaraannya. Penggunaan ponsel di balik kemudi dianggap sebagai pelanggaran serius karena memecah fokus yang seharusnya dicurahkan sepenuhnya pada situasi lalu lintas di depan mata.
Saat ini, Melky beserta barang bukti kendaraan telah diamankan di Mapolres Kubu Raya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait tanggung jawab hukum atas insiden yang membahayakan nyawa banyak orang ini.
Tabrakan beruntun ini mengakibatkan sejumlah pengendara dan penumpang sepeda motor mengalami luka-luka. Salah satu korban, Francisco Alfin, harus dilarikan ke RSUD dr. Soedarso karena menderita luka cukup parah dan memerlukan perawatan intensif. Sementara korban lainnya, termasuk Rahmat Hidayat, Sari Gembilan, Yaumil Ikram, dan Victor Martahi, dilaporkan mengalami luka ringan namun masih dalam kondisi trauma.
Peristiwa ini menjadi pengingat utama bagi seluruh masyarakat akan bahaya laten penggunaan gawai saat berkendara. Polisi menegaskan bahwa disiplin berlalu lintas bukan sekadar aturan administratif, melainkan jaminan keselamatan nyawa.
“Satu detik Anda melihat layar HP, nyawa orang lain taruhannya. Kami imbau masyarakat untuk disiplin berlalu lintas dan tidak sekali-kali menyentuh ponsel saat berada di balik kemudi,” tutup Aiptu Ade.
Kecelakaan di Bundaran Mayor Alianyang ini diharapkan menjadi pelajaran pahit agar para pengemudi lebih memprioritaskan keselamatan diri dan orang lain daripada aktivitas di ruang digital saat sedang berkendara.
Ringkasan Berita
• Kecelakaan beruntun terjadi di Bundaran Mayor Alianyang, Kubu Raya, melibatkan satu pick up dan tiga sepeda motor pada Selasa (13/1/2026) malam.
• Pengemudi pick up diduga kuat kehilangan kendali karena sedang menggunakan ponsel saat mengemudi.
• Satu orang korban menderita luka parah dan dilarikan ke RSUD dr. Soedarso, sementara empat lainnya luka ringan.
• Mobil pick up baru berhenti setelah menghantam taman dan pohon di area trotoar bundaran.
• Satlantas Polres Kubu Raya telah mengamankan sopir dan kendaraan untuk proses penyidikan lebih lanjut.






