Delapan Desa Wisata yang Menawarkan Wajah Asli Kehidupan Lokal Indonesia

Terletak di ketinggian Pegunungan Flores, Wae Rebo hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki namun perjalanan itu terbayarkan pemandangan indah tujuh rumah adat berbentuk kerucut yang berdiri di tengah lembah. Foto: Kemenpar RI

KalbarOke.com – Indonesia tidak hanya dikenal karena bentang alamnya yang memikat, tetapi juga karena kehidupan masyarakatnya yang sarat tradisi. Salah satu cara paling jujur untuk menyelami wajah Indonesia adalah berkunjung ke desa wisata—ruang hidup tempat budaya, alam, dan keseharian warga bertemu tanpa rekayasa.

Di desa wisata, pelancong tidak sekadar menjadi penonton. Mereka diajak ikut bertani, menenun, memasak, hingga mengikuti ritus adat yang diwariskan lintas generasi. Pengalaman itu menawarkan pemahaman yang lebih utuh tentang kearifan lokal dan cara masyarakat menjaga harmoni dengan alam.

Berikut delapan desa wisata di Indonesia yang menghadirkan pengalaman tersebut.

Desa Penglipuran, Bali

Desa adat di Kabupaten Bangli ini kerap disebut sebagai salah satu desa terbersih di dunia. Tata ruangnya tertata rapi, rumah-rumah tradisional berjajar seragam, dan kebun bambu mengelilingi kawasan desa. Penglipuran mempertahankan aturan adat yang ketat, termasuk larangan kendaraan bermotor di area utama desa. Wisatawan dapat menyaksikan upacara adat hingga mencicipi kuliner khas Bali dalam suasana yang tenang.

Desa Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur

Terletak di ketinggian Pegunungan Flores, Wae Rebo hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki selama beberapa jam. Perjalanan itu terbayar dengan pemandangan tujuh rumah adat berbentuk kerucut yang berdiri di tengah lembah. Menginap bersama warga memberi kesempatan memahami kehidupan masyarakat Manggarai yang masih menjaga ritus dan tradisi leluhur.

Baca :  Batik dan Gatotkaca Warnai M7 World Championship, Indonesia Pamer Identitas di Panggung Esports Global

Desa Sade, Lombok

Desa adat Suku Sasak ini dikenal sebagai sentra tenun tradisional. Hampir setiap rumah memiliki alat tenun, dan perempuan desa mewarisi keahlian itu sejak remaja. Pengunjung dapat menyaksikan langsung proses pembuatan kain songket, mencicipi kuliner khas Lombok, hingga menikmati pertunjukan seni tradisional.

Desa Baduy, Banten

Masyarakat Baduy menjalani hidup dengan prinsip kesederhanaan dan kepatuhan pada adat. Tanpa listrik dan teknologi modern, desa ini menawarkan pengalaman berjalan kaki menyusuri hutan dan ladang. Berkunjung ke Baduy memberi pelajaran tentang cara hidup yang selaras dengan alam dan menolak eksploitasi berlebihan.

Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Desa-desa di Toraja menyimpan kekayaan budaya yang khas, mulai dari rumah adat Tongkonan hingga ritual pemakaman yang kompleks. Wisatawan dapat mengunjungi situs pemakaman tebing, melihat patung Tau-Tau, serta mengenal sistem sosial masyarakat Toraja yang masih kuat. Kopi Toraja menjadi pelengkap pengalaman budaya di kawasan ini.

Baca :  Musikal Cinderella Tuai Pujian: Panggung Lokal dengan Standar Global

Desa Nglanggeran, Yogyakarta

Berada di kawasan Gunungkidul, Nglanggeran berkembang sebagai desa wisata berbasis pertanian dan edukasi. Desa ini dikenal sebagai penghasil kakao lokal. Wisatawan bisa belajar proses pembuatan cokelat, mengikuti kegiatan luar ruang, hingga menikmati matahari terbit dari perbukitan purba.

Desa Tamansari, Banyuwangi

Terletak di lereng Gunung Ijen, Tamansari mengembangkan pariwisata berbasis konservasi dan ekonomi kreatif. Desa ini menjadi pintu masuk menuju Kawah Ijen dan fenomena blue fire. Homestay berbasis rumah warga, wisata kopi, serta pertunjukan seni lokal menjadi daya tarik tambahan.

Desa Wukirsari, Yogyakarta

Di Kabupaten Bantul, Wukirsari dikenal sebagai sentra batik tulis, khususnya di Kampung Giriloyo. Sebagian besar warganya bekerja sebagai perajin batik dengan teknik tradisional. Wisatawan dapat belajar membatik langsung dari pengrajin, sekaligus memahami nilai budaya di balik setiap motif.

Nah, delapan desa wisata ini menunjukkan bahwa pariwisata tidak selalu tentang destinasi populer. Di balik jalan setapak desa dan rumah-rumah tradisional, tersimpan cerita tentang identitas, tradisi, dan cara masyarakat Indonesia merawat warisan budayanya. Lalu seperti apa keindahan desa di sekitar tempat tinggal anda? (*/)