Hari Kedua Banjir, Polisi Sisir Rumah Warga di Desa Babadan

Banjir di Desa Babadan, Pekalongan, memasuki hari kedua. Tim gabungan Polres Pekalongan menyisir permukiman dan mengevakuasi warga rentan di tengah cuaca yang belum stabil. Foto: Divisi Humas Polri

KalbarOke.com — Banjir yang merendam Desa Babadan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, memasuki hari kedua pada Minggu, 18 Januari 2026. Tim gabungan Polres Pekalongan meningkatkan intensitas evakuasi dengan menyisir permukiman warga yang masih tergenang air.

Personel Satuan Samapta Polres Pekalongan diterjunkan untuk memeriksa rumah demi rumah guna memastikan tidak ada warga yang terjebak. Bersama masyarakat setempat, petugas menyusuri gang-gang sempit desa yang terendam, terutama di titik-titik banjir terparah.

Kepala Kepolisian Resor Pekalongan Ajun Komisaris Besar Polisi Rachmad C. Yususf melalui Kepala Subbagian Penerangan Masyarakat Seksi Humas Inspektur Dua Warsito mengatakan fokus utama penanganan pada hari kedua ini adalah sterilisasi wilayah terdampak serta evakuasi warga rentan.

Baca :  Panglima TNI Tegas Soal Insiden Konvoi Bendera GAM di Lhokseumawe, Jangan Ganggu Pemulihan Bencana!

“Memasuki hari kedua, petugas gabungan dari TNI dan Polri bersama masyarakat kembali melakukan pengecekan mendalam di area banjir Desa Babadan. Tim menyisir rumah-rumah warga untuk mengevakuasi mereka yang membutuhkan bantuan,” kata Warsito.

Selain evakuasi, petugas memberikan imbauan langsung kepada warga yang memilih bertahan di lantai dua rumah mereka. Menurut Warsito, kewaspadaan perlu ditingkatkan karena kondisi cuaca masih belum stabil dan berpotensi memicu banjir susulan.

Baca :  Santunan Ahli Waris Korban Meninggal, Kemensos Salurkan Bantuan Lebih Rp100 Miliar di Sumatra

“Petugas di lapangan terus mengingatkan warga agar tetap waspada. Kami meminta aliran listrik dimatikan dan warga segera melapor jika debit air kembali meningkat secara signifikan,” ujarnya.

Proses penyisiran turut dibantu warga setempat yang aktif menunjukkan lokasi rumah lansia dan anak-anak. Sinergi tersebut mempercepat pendataan serta proses penyelamatan di tengah genangan air.

“Penyisiran dilakukan secara menyeluruh. Prioritas kami keselamatan jiwa. Hingga kini, personel Sat Samapta masih bersiaga di lokasi untuk memantau keamanan dan membantu aktivitas masyarakat terdampak,” kata Warsito. (*/)