Pekawai Naik Daun! Usai Musim Durian, Buah Eksotis Kalimantan Ini Banjiri Pasar Malaysia

Pekawai Naik Daun! Usai Musim Durian, Buah Eksotis Kalimantan Ini Banjiri Pasar Malaysia. (Foto: Dok. Karantina)

KalbarOke.Com — Berakhirnya musim durian tidak menyurutkan geliat ekspor tanaman buah di wilayah beranda depan negara. Kini giliran buah pekawai yang mengambil alih panggung sebagai komoditas unggulan baru yang dikirim ke luar negeri melalui perbatasan Entikong.

Buah eksotis khas Kalimantan ini mencatatkan lonjakan besar, baik dari jumlah pengiriman maupun volume ekspor. Produk lokal tersebut terpantau terus melintasi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong dalam frekuensi yang cukup tinggi setiap harinya.

Karantina Kalimantan Barat melalui Satuan Pelayanan PLBN Entikong mencatat kinerja yang sangat bagus sepanjang bulan Januari 2026 ini. Sebanyak 103,59 ton pekawai berhasil dijual ke Malaysia melalui 25 kali proses pengiriman yang dilakukan.

Capaian besar ini menegaskan tren peralihan jenis buah musiman yang tetap terjaga konsistensinya dalam perdagangan lintas batas negara. Meskipun durian sudah habis, ekonomi masyarakat perbatasan tetap berputar lewat hasil kebun buah lokal lainnya.

Penanggung jawab Satpel PLBN Entikong, Swiet Sinay, menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan bagian dari dinamika alami perdagangan buah di perbatasan. Ia menilai pekawai kini telah mendominasi arus ekspor secara signifikan di wilayah tersebut.

Baca :  Ekspor Jagoi Babang Meledak! Tembus 9,8 Juta Kilogram Sepanjang 2025, Awal 2026 Geliatnya Semakin Membara

“Usai berakhirnya musim durian, pekawai kini mendominasi arus ekspor melalui PLBN Entikong,” tegas Swiet Sinay pada Senin (19/1/2026). Keberhasilan pengiriman ini membuktikan bahwa buah lokal Indonesia memiliki daya saing yang sangat tinggi.

Pihak karantina memastikan seluruh proses pengiriman tetap berada dalam pengawasan ketat oleh petugas di lapangan. Walaupun volume barang meningkat tajam, standar pemeriksaan tidak dikendorkan demi menjaga kualitas produk yang akan dikirim tersebut.

Setiap buah pekawai yang dikirimkan wajib melalui serangkaian tindakan karantina sesuai dengan aturan yang berlaku. Langkah ini sangat penting agar komoditas tersebut dipastikan bebas dari hama maupun penyakit tumbuhan yang berbahaya bagi lingkungan.

Pengawasan yang teliti dilakukan agar produk buah asli Indonesia memenuhi standar ketat yang diminta oleh negara tujuan. Karantina Kalimantan Barat berkomitmen penuh untuk menjaga kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas buah lokal.

Baca :  Tahu Bakso Ayam Kalbar "Serbu" Malaysia: UMKM Perbatasan Tembus Pasar Internasional Jelang Nataru

Dengan adanya lonjakan ekspor pekawai ini, diharapkan kesejahteraan para petani buah di Kalimantan Barat dapat terus meningkat. Pemerintah terus mendorong agar semakin banyak jenis komoditas lokal yang mampu menembus pasar mancanegara ke depannya.


Ringkasan Berita

*Buah pekawai menggantikan durian sebagai komoditas ekspor unggulan dari Kalimantan Barat ke Malaysia pada bulan Januari 2026 ini.

*Karantina Kalbar mencatat total volume ekspor buah pekawai melalui PLBN Entikong telah mencapai angka sebesar 103,59 ton.

*Sebanyak 25 kali frekuensi pengiriman dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri terhadap buah eksotis asli Kalimantan tersebut.

*Swiet Sinay selaku penanggung jawab Satpel memastikan seluruh komoditas telah melewati pemeriksaan karantina yang sangat ketat dan disiplin.

*Pemeriksaan tersebut bertujuan menjamin buah bebas dari organisme pengganggu serta menjaga kepercayaan pasar internasional pada produk Indonesia.