KalbarOke.Com — Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat memastikan pelaksanaan Gawai Adat Dayak atau Gawai Naik Dango ke-3 Kota Pontianak akan berlangsung pada 20 hingga 26 April 2026. Kegiatan tahunan ini dirancang untuk menjadi ruang pelestarian budaya di tengah kemajuan ibu kota.
Pihak panitia menargetkan penyelenggaraan tahun ini jauh lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Agenda ini pun sudah menjadi kalender budaya tetap yang selalu dinantikan oleh warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Pontianak.
Ketua Umum Dewan Adat Dayak Kalimantan Barat, Cornelius Kimha, menyebut bahwa rangkaian Gawai di Pontianak terus menunjukkan perkembangan positif setiap tahunnya. Hal ini membuktikan bahwa semangat untuk merawat identitas budaya tetap tumbuh kuat dalam diri masyarakat Dayak.
“Gawai Adat Dayak Kota Pontianak yang ketiga ini mengangkat tema Ngampar Uma, Ngarak Padi: Menjaga Kearifan Leluhur Dalam Perubahan Zaman,” ujar Cornelius Kimha. Tema tersebut dipilih untuk mengingatkan pentingnya menjaga nilai adat di tengah derasnya arus modernisasi.
Rangkaian kegiatan akan dimulai dengan upacara adat yang khidmat sebagai bentuk syukur kepada sang pencipta. Setelah itu, akan dilaksanakan arak-arakan budaya yang menjadi daya tarik utama bagi masyarakat luas untuk menyaksikan keberagaman etnis yang ada di Kalimantan Barat.
Cornelius menjelaskan bahwa arak-arakan tersebut juga akan melibatkan berbagai etnis lain sebagai wujud kebersamaan. Hal ini menunjukkan bahwa Gawai bukan hanya milik satu kelompok, melainkan pesta rakyat yang merayakan harmoni dan keberagaman yang ada di kota ini.
Puncak acara nantinya ditandai dengan pembukaan resmi yang akan diisi oleh beragam pertunjukan seni tradisional yang memukau. Berbagai perlombaan dan atraksi budaya khas Dayak akan terus ditampilkan secara bergantian hingga hari penutupan pada tanggal 26 April 2026 mendatang.
“Mari kita ramaikan bersama kegiatan ini sebagai upaya mengembangkan serta melestarikan seni dan budaya Dayak di Kota Pontianak,” pungkas Cornelius. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk hadir memberikan dukungan nyata bagi eksistensi seni budaya daerah.
Partisipasi aktif dari masyarakat adat Dayak sangat diharapkan guna memastikan setiap prosesi berjalan dengan lancar dan sakral. Kehadiran pengunjung dari berbagai latar belakang juga akan semakin memperkuat citra Pontianak sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai budaya.
Melalui Gawai Naik Dango ke-3 ini, diharapkan generasi muda semakin tertarik untuk mempelajari dan mencintai warisan leluhur mereka. Pelestarian budaya melalui festival semacam ini dianggap sebagai cara yang paling efektif untuk menjaga warisan tersebut agar tidak punah.
Persiapan matang pun terus dilakukan oleh tim panitia agar pelaksanaan acara berlangsung tertib dan aman. Seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat menjaga situasi kondusif selama sepekan penuh perayaan budaya ini berlangsung di jantung Kalimantan Barat.
Ringkasan Berita
*DAD Kalimantan Barat menetapkan jadwal Gawai Naik Dango ke-3 Kota Pontianak pada tanggal 20 sampai 26 April 2026 mendatang.
*Tema yang diangkat tahun ini adalah “Ngampar Uma, Ngarak Padi” yang fokus pada pelestarian kearifan lokal di tengah perubahan zaman.
*Rangkaian acara meliputi upacara adat, arak-arakan lintas etnis, serta pertunjukan seni budaya Dayak yang akan digelar selama satu pekan.
*Cornelius Kimha selaku Ketua Umum DAD Kalbar mengajak seluruh warga untuk hadir berpartisipasi meramaikan pesta budaya tahunan tersebut.
*Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat jati diri masyarakat adat sekaligus menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda di Kalimantan Barat.






