KalbarOke.Com — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menghadiri pelantikan Pengurus Provinsi Special Olympics Indonesia (SOIna) masa bakti 2025–2029 pada Selasa pagi (20/1/2026). Acara yang berlangsung di Pendopo Gubernur ini menandai nakhoda baru organisasi yang dipimpin oleh Stephani Yane.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua I Pengurus Pusat SOIna, Novia, berdasarkan surat keputusan resmi guna menjaga keberlangsungan organisasi. Kehadiran SOIna di Kalimantan Barat dianggap sebagai wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan inklusivitas.
Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa olahraga merupakan media untuk membuktikan bahwa keterbatasan fisik atau kognitif bukanlah penghalang untuk berprestasi. Ia menilai setiap tetes keringat atlet istimewa di lapangan adalah bagian dari perjuangan menyusun dunia yang lebih sehat.
“Melalui olahraga, kita ingin membuktikan bahwa keterbatasan fisik atau kognitif bukanlah akhir dari segalanya,” ungkap Gubernur Ria Norsan. Baginya, perbedaan bakat yang dimiliki para atlet adalah warna yang memperindah kehidupan sosial masyarakat di Kalimantan Barat.
Dalam suasana haru, Gubernur bahkan sempat menitikkan air mata saat berpesan kepada para pengurus baru. Ia menekankan bahwa tanggung jawab SOIna tidak hanya terbatas pada podium juara, tetapi juga memastikan kemandirian anak-anak bertalenta khusus tersebut.
“Saya titipkan anak-anak istimewa ini kepada Bapak dan Ibu sekalian, pastikan tidak ada satu pun dari mereka yang merasa sendirian,” ucap Norsan dengan penuh ketulusan. Harapannya, para pengurus dapat menjadi penerang jalan bagi mereka.
Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar yang kini berada di angka 72,09 pada tahun 2025 juga dikaitkan dengan semangat inklusivitas ini. Kemajuan statistik daerah harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan warga, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
Wakil Ketua I PP SOIna, Novia, menyampaikan apresiasi atas pelantikan ini dan berharap Kalbar terus berkontribusi dalam ajang internasional. Ia menyebutkan bahwa potensi atlet istimewa asal Kalimantan Barat diharapkan dapat menembus kompetisi di Chili pada tahun 2027.
“Mereka sama seperti anak-anak kita lainnya, perlu diberi ruang dan kesempatan untuk mencoba,” ungkap Novia. Organisasi ini diharapkan menjadi ruang tumbuh kembang yang aman dan suportif bagi seluruh penyandang disabilitas intelektual di daerah.
Ketua SOIna Kalbar terpilih, Stephani Yane, optimistis dapat mengukir prestasi yang lebih gemilang di masa depan. Sebelumnya, atlet asuhannya telah berhasil meraih medali perak di cabang renang dan medali perunggu pada nomor lari 100 meter di Semarang.
Fokus utama kepengurusan baru ini adalah mempersiapkan para atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Special Olympics Indonesia Nasional (PESONAS) tahun 2026 di Kota Kupang. Ajang ini menjadi jembatan menuju kompetisi dunia yang lebih bergengsi di masa mendatang.
Program kerja SOIna tidak hanya mencakup olahraga, tetapi juga pengembangan seni dan budaya bagi orang bertalenta khusus. Sinergi antara relawan, orang tua, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam mewujudkan program yang berkelanjutan dan bermanfaat nyata.
Ringkasan Berita
*Gubernur Kalbar Ria Norsan menghadiri pelantikan Pengurus Provinsi SOIna Kalbar periode 2025–2029 pada hari Selasa (20/1/2026).
*Stephani Yane resmi menjabat sebagai Ketua SOIna Kalbar dengan mandat mengembangkan potensi atlet bertalenta khusus melalui olahraga dan seni.
*Gubernur menitikkan air mata saat menitipkan para atlet istimewa kepada pengurus agar mereka didampingi hingga menjadi pribadi yang mandiri dan percaya diri.
*Prestasi atlet Kalbar sebelumnya mencakup medali perak cabang renang oleh Suwarto dan medali perunggu lari 100 meter oleh Rian dalam ajang nasional.
*Pengurus baru kini bersiap menghadapi ajang PESONAS 2026 di Kupang serta menargetkan pengiriman atlet untuk ajang internasional di Chili pada tahun 2027.






