Kasus Buang Bayi Sanggau: Hubungan Asmara LF dengan M Pria Semerangkai Didalami Polisi

Polisi dalami hubungan asmara LF (19) dengan pria berinisial M asal Semerangkai terkait kasus pembuangan bayi di Sungai Riam Sanggau. (Foto: Humas Polres)

KalbarOke.Com — Tim gabungan Polres Sanggau dan Polsek Kapuas terus mendalami motif di balik aksi nekat perempuan berinisial LF (19) yang membuang bayinya ke Sungai Riam. Fokus penyelidikan kini mengarah pada riwayat hubungan asmara antara pelaku dengan seorang pemuda.

Dalam proses interogasi, LF mengakui bahwa dirinya sebelumnya pernah menjalin hubungan asmara dengan seorang pria berinisial M. Berdasarkan keterangan pelaku, pria tersebut merupakan warga yang berdomisili di Desa Semerangkai, Kecamatan Kapuas.

Penyidik kini tengah mendalami informasi tersebut guna melengkapi berkas perkara serta mencari tahu keterlibatan pihak lain. Keberadaan pria berinisial M menjadi petunjuk penting bagi polisi untuk mengungkap fakta utuh di balik kehamilan hingga persalinan LF.

Kapolsek Kapuas, Iptu Marianus, membenarkan bahwa informasi mengenai hubungan asmara tersebut sudah masuk dalam catatan penyidikan. Pihaknya akan melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap identitas pria yang disebut oleh pelaku tersebut.

“Pelaku mengaku sebelumnya pernah menjalin hubungan dengan seorang pria berinisial M, warga Desa Semerangkai,” ujar Iptu Marianus pada Selasa (20/1/2026). Penyelidikan dilakukan secara hati-hati dan profesional.

LF sendiri diamankan polisi setelah jasad bayi laki-laki ditemukan warga tersangkut di alat sauk ikan pada Senin malam. Pengungkapan identitas LF bermula dari temuan jejak ari-ari serta bercak darah di kamar kos nomor tiga yang dihuninya.

Baca :  Jukir Liar di Pusat Oleh-Oleh PSP Diamanakan Pungut Biaya Parkir di Kawasan Gratis

Pelaku yang berstatus pelajar SMA ini mengaku melahirkan secara spontan di dalam kamar mandi pada Minggu (18/1/2026). Ia berdalih tidak mengetahui jika dirinya tengah mengandung hingga akhirnya sang bayi lahir saat ia sedang buang air besar.

Kasi Humas Polres Sanggau, AKP Keken Sukendar, menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen menangani kasus memilukan ini secara transparan. Saat ini LF sudah berada di Mapolres Sanggau untuk menjalani pemeriksaan medis serta proses penyidikan lebih mendalam.

“Kami memastikan setiap tahapan penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara transparan dan akuntabel,” tegas AKP Keken Sukendar. Polisi juga tengah mengumpulkan berbagai barang bukti pendukung lainnya dari lokasi kejadian.

Unit Inafis Polres Sanggau telah melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah kos yang menjadi lokasi persalinan ilegal tersebut. Keterangan dari sejumlah saksi di sekitar permukiman Jalan Semboja Indah 2 juga terus dikumpulkan oleh petugas.

Baca :  Tahu Bakso Ayam Kalbar "Serbu" Malaysia: UMKM Perbatasan Tembus Pasar Internasional Jelang Nataru

Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi lebih jauh dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum. Polisi berjanji akan menyampaikan perkembangan terbaru terkait peran pria berinisial M jika sudah ditemukan fakta hukum.

Kasus ini menjadi atensi publik di Kabupaten Sanggau karena menyangkut nasib tragis bayi laki-laki yang baru dilahirkan. Polisi terus berupaya memastikan keadilan bagi sang bayi sembari memberikan pendampingan hukum sesuai prosedur yang berlaku bagi pelaku.


Ringkasan Berita

*Penyidik Polres Sanggau kini tengah menelusuri hubungan asmara antara pelaku LF (19) dengan pria berinisial M asal Desa Semerangkai.

*Pria berinisial M tersebut diduga kuat memiliki kaitan dengan latar belakang kasus pembuangan bayi laki-laki di Sungai Riam, Kelurahan Bunut.

*LF mengaku pernah menjalin hubungan spesial dengan pria tersebut sebelum dirinya melahirkan secara spontan di kamar mandi sebuah rumah kos.

*Kapolsek Kapuas Iptu Marianus memastikan bahwa informasi mengenai identitas pria berinisial M sedang didalami untuk melengkapi berkas perkara.

*Saat ini pelaku LF masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Sanggau sembari menunggu hasil pemeriksaan medis menyeluruh dari tim dokter.