Hutan Produksi Pulau Maya Terbakar, Tim Gabungan Terjang Medan Berat Demi Jinakkan Api di Lahan Gambut

Personel gabungan cek titik api di Hutan Produksi Desa Kamboja, Pulau Maya. Medan berat dan kemarau ekstrem persulit proses pemadaman lahan gambut. (Foto: Humas)

KalbarOke.Com — Personel gabungan dari Polsek Pulau Maya Karimata bersama TNI dan instansi terkait melakukan aksi cepat tanggap dengan melaksanakan ground check ke kawasan Hutan Produksi di Dusun Kamboja Baru, Desa Kamboja, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara. Langkah ini diambil menyusul terdeteksinya titik api melalui pantauan udara di wilayah tersebut.

Kondisi di lapangan dilaporkan cukup mengkhawatirkan karena api dan kepulan asap masih terlihat jelas. Situasi ini diperparah dengan rilis terbaru dari BMKG yang menyatakan bahwa wilayah Kalimantan Barat secara resmi telah memasuki periode musim kemarau ekstrem untuk satu pekan ke depan.

Kapolsek Pulau Maya Karimata memimpin langsung pengecekan lapangan pada Selasa (20/1/2026). Tim yang terdiri dari Polri, Manggala Agni, BPBD, Dinas Kehutanan (KPH), serta LPHD Desa Kamboja harus menempuh jarak sejauh 30 kilometer dari pusat Polsek untuk bisa mendekati titik api.

Hambatan utama yang ditemui tim di lapangan adalah kondisi geografis yang sangat sulit. Medan yang tertutup semak belukar tebal serta ketiadaan akses jalan formal menuju titik koordinat 01.05647 S 109.67221 E membuat petugas kesulitan membawa peralatan pemadaman skala besar ke pusat api.

Vegetasi di lokasi yang didominasi oleh ilalang kering dan kayu-kayuan di atas tanah gambut memicu api merambat dengan sangat cepat. Cuaca yang sangat terik ditambah hembusan angin kencang membuat proses penyebaran api secara horizontal sulit untuk dibendung secara manual.

Baca :  Apel Kendaraan Polres Kayong Utara Temukan Lima Unit Rusak

“Hambatan utama di lapangan adalah medan yang tertutup semak belukar tebal dan tidak adanya akses jalan formal menuju titik koordinat,” tulis laporan resmi dari Polsek Pulau Maya. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki total luas lahan yang hangus serta mencari tahu identitas pemilik lahan tersebut.

Kondisi kerawanan ini selaras dengan peringatan dini BMKG untuk wilayah Kabupaten Kayong Utara hingga 26 Januari 2026. Suhu udara diprediksi akan mencapai puncaknya di angka 33°C hingga 35°C pada siang hari, yang mengakibatkan kadar air tanah menurun drastis dan membuat lahan gambut menjadi sangat rentan terbakar.

Angin kencang dengan kecepatan rata-rata 15-30 km/jam saat ini menjadi ancaman serius karena dapat menerbangkan bara api ke area yang belum terbakar. BMKG pun telah menempatkan Kabupaten Kayong Utara pada level Sangat Tinggi atau Zona Merah untuk potensi kebakaran hutan dan lahan.

Meski terkendala sumber air dan akses jalan, tim gabungan terus melakukan pemantauan intensif menggunakan drone. Teknologi ini digunakan untuk memastikan arah persebaran asap agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat serta memetakan jalur tercepat jika api semakin meluas.

Baca :  Wabup Amru Chanwari Tinjau Gedung Labkesda dan PICU-NICU Pertama di Kayong Utara

Pihak Polsek Pulau Maya menegaskan akan memperketat pengawasan dan terus mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Tindakan tegas akan diambil bagi siapa pun yang terbukti dengan sengaja memicu kebakaran di kawasan hutan produksi tersebut.

Masyarakat setempat diimbau untuk segera melaporkan setiap temuan kepulan asap mencurigakan. Mengingat karakter tanah gambut di Pulau Maya yang memiliki lapisan dalam yang tebal, pemadaman akan menjadi jauh lebih sulit jika api sudah merasuk ke bawah permukaan tanah.


Ringkasan Berita

*Tim gabungan melakukan pemeriksaan titik api di Hutan Produksi Dusun Kamboja Baru, Pulau Maya pada Selasa (20/1/2026).

*Akses menuju lokasi sangat sulit karena harus menembus semak belukar sejauh 30 km dari pusat kecamatan tanpa jalur formal.

*BMKG menetapkan wilayah Kayong Utara masuk dalam Zona Merah Karhutla dengan suhu udara mencapai 35°C selama sepekan ke depan.

*Vegetasi ilalang kering di atas tanah gambut membuat api cepat merambat secara horizontal akibat dorongan angin kencang.

*Kepolisian masih menyelidiki pemilik lahan dan terus memantau arah persebaran asap menggunakan drone untuk langkah antisipasi lebih lanjut.