KalbarOke.Com — Kondisi air mancur di Simpang Tiga Sekadau yang dibangun menggunakan anggaran Pemerintah Provinsi pada tahun 2023 kini menuai sorotan tajam. Fasilitas publik yang belum genap berusia tiga tahun tersebut terpantau mengalami kerusakan parah dan tidak terawat.
Kondisi memprihatinkan ini memicu reaksi keras dari Eks Ketua DPRD Sekadau, Albertus Pinus. Ia menegaskan perlunya dilakukan audit investigasi terhadap proyek tersebut untuk memeriksa secara menyeluruh mulai dari perencanaan, proses pembangunan, hingga pengelolaan aset pasca-penyerahan.
“Audit itu untuk melihat apakah perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan aset ini sudah sesuai aturan atau belum. Tujuannya agar jelas di mana letak masalahnya,” ujar Albertus Pinus di Sekadau pada Selasa (21/1/2026).
Ketua DPRD Sekadau periode 2014-2019 ini sangat menyayangkan aset yang menelan anggaran besar tersebut terbengkalai. Ia menilai ada ketidakseriusan dari penyelenggara daerah dalam menjaga infrastruktur yang dibiayai oleh uang negara dan pajak masyarakat.
Albertus menekankan bahwa audit bukan hanya soal angka, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral kepada publik. Baginya, sangat tidak wajar jika bangunan yang belum sampai belasan tahun sudah dalam kondisi “hancur” dan kehilangan fungsinya sebagai ikon keindahan kota.
“Belum lama dibangun, belum sampai belasan tahun, tapi kondisinya sudah hancur seperti ini. Sebagai masyarakat, kami sangat kecewa. Ini uang negara, uang rakyat,” tegasnya dengan nada kecewa.
Selain masalah teknis pembangunan, Albertus juga menyentil lemahnya koordinasi antar-perangkat daerah di Kabupaten Sekadau. Ia menduga ada kekosongan tanggung jawab setelah aset diserahkan oleh Pemerintah Provinsi kepada Pemerintah Kabupaten.
Menurutnya, dinas terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup seharusnya proaktif menjalankan fungsinya dalam pemeliharaan rutin. Jangan sampai aset yang sudah diserahkan justru dibiarkan rusak karena tidak ada anggaran perawatan atau ketidakjelasan pembagian tugas di internal OPD.
Ia berharap hasil audit nantinya dapat menjadi dasar evaluasi kebijakan bagi Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten Sekadau. Tujuannya agar setiap proyek pembangunan yang masuk ke daerah di masa depan benar-benar dijaga, dirawat, dan memberikan manfaat nyata bagi estetika serta hiburan masyarakat.
“Kita minta audit ini supaya ada dampak nyata, bukan hanya seremonial. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi pada proyek lainnya,” pungkas Albertus Pinus menutup keterangannya.
Kondisi air mancur di Simpang Tiga Sekadau saat ini memang terlihat kusam, mesin air tidak berfungsi, dan area sekitarnya mulai ditumbuhi rumput liar, yang sangat kontras dengan tujuan awal pembangunannya sebagai salah satu landmark kebanggaan warga Sekadau.
Ringkasan Berita
*Fasilitas air mancur Simpang Tiga Sekadau yang dibangun tahun 2023 kini dalam kondisi rusak parah dan tidak terawat.
*Eks Ketua DPRD Sekadau Albertus Pinus mendesak audit menyeluruh terhadap perencanaan, anggaran, dan pengelolaan aset tersebut.
*Kerusakan ini dinilai melukai hati masyarakat karena proyek tersebut menggunakan uang negara namun tidak dijaga oleh instansi terkait.
*Ada indikasi lemahnya koordinasi antar-OPD dalam memfungsikan peran pemeliharaan setelah aset diserahkan dari Provinsi ke Daerah.
*Hasil audit diharapkan menjadi bahan evaluasi agar tidak ada lagi proyek pembangunan yang terbengkalai setelah diresmikan.






