Usai Pidato di WEF Davos, Prabowo Singgah ke Paviliun Indonesia dan Menyapa Calon Investor

Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Paviliun Indonesia usai menyampaikan pidato kunci di WEF Davos 2026. Foto: BPMI Setpres

KalbarOke.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyambangi Paviliun Indonesia seusai menyampaikan pidato kunci dalam rangkaian Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis, 22 Januari 2026. Kunjungan singkat itu menjadi penanda lanjutan dari pesan yang sebelumnya ia sampaikan di hadapan elite ekonomi global.

Setibanya di paviliun, Prabowo menyapa dan berbincang dengan sejumlah pengunjung, termasuk delegasi dari beberapa negara Eropa seperti Norwegia. Percakapan berlangsung santai, namun sarat ketertarikan terhadap peluang kerja sama dan investasi di Indonesia, terutama di tengah perubahan lanskap ekonomi global.

Presiden kemudian duduk bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Mereka berbincang sejenak mengenai agenda yang baru saja dihadiri di Davos Congress Centre, termasuk respons peserta forum terhadap pidato kunci Presiden. Suasana pertemuan berlangsung informal, ditemani secangkir kopi khas Indonesia yang disajikan di paviliun.

Baca :  Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Targetkan 500 Unit demi Hapus Kemiskinan Ekstrem

Tampak mendampingi Presiden antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Ketua Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Paviliun Indonesia menjadi platform resmi Indonesia dalam WEF 2026 dengan mengusung tema “Indonesia Endless Horizons.” Ruang ini dirancang sebagai pusat promosi investasi, dialog kebijakan, serta kolaborasi strategis dengan komunitas global. Beragam agenda digelar, mulai dari diskusi tematik, business matching, hingga pertemuan bilateral antara delegasi Indonesia dan investor internasional.

Baca :  Prabowo Targetkan 15.000 Rumah Hunian Danantara untuk Korban Bencana Sumatra

Kehadiran Prabowo di Paviliun Indonesia menegaskan pendekatan diplomasi ekonomi aktif yang kini ditempuh pemerintah. Indonesia datang ke Davos bukan semata menyampaikan pidato, melainkan membuka ruang dialog dan menindaklanjuti peluang kemitraan yang konkret—sebuah pesan bahwa arah kebijakan ekonomi Indonesia ingin dibaca jelas dan pragmatis oleh dunia. (*/)