KalbarOke.com – Respons cepat aparat kepolisian perairan kembali diuji di laut Halmahera. Polairud Marnit Pulau Obi, Maluku Utara, berhasil menyelamatkan delapan orang dari musibah tenggelamnya sebuah longboat di perairan Pulau Obi, Rabu, 21 Januari 2026.
Longboat bernama Do’a Istriku pertama kali terlihat dalam kondisi tenggelam oleh personel Polairud Marnit Obi sekitar pukul 16.10 WIT. Menyadari situasi darurat, aparat segera mengerahkan longboat dan kapal patroli KP.XXX 1007 menuju lokasi kejadian.
Proses evakuasi melibatkan koordinasi lintas unsur. Aparat Polairud bersinergi dengan masyarakat setempat serta kapal-kapal komersial yang berada di sekitar lokasi. Kapal TB Seroja Hercules membantu mengevakuasi tujuh korban, sementara satu korban lainnya diselamatkan menggunakan longboat nelayan.
Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, upaya dilanjutkan dengan pengangkatan longboat yang tenggelam. Kapal TB Harmony menarik longboat ke perairan dangkal Pantai Mala-Mala. Dengan bantuan longboat masyarakat dan SB Trimegah Patrol 01 milik PT Harita, longboat tersebut akhirnya berhasil dibawa ke daratan.
Sekitar pukul 17.30 WIT, seluruh rangkaian evakuasi dinyatakan selesai di bawah koordinasi Polairud Marnit Obi. Delapan korban selamat—seluruhnya merupakan anak buah kapal (ABK) KM Cinta Umroh—kemudian diangkut menggunakan SB GPS 05 milik PT Harita untuk kembali ke kapal induk mereka yang berada di Kepulauan Mala-Mala.
Berdasarkan analisis awal Polairud Marnit Obi, kecelakaan laut ini diduga dipicu oleh kombinasi faktor teknis dan alam. Mesin longboat dilaporkan mati, muatan melebihi kapasitas, serta cuaca buruk dengan ombak besar di perairan Kawasi, Obi.
Kepala Bidang Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram, mengimbau masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut, agar lebih memperhatikan aspek keselamatan sebelum berlayar. “Keselamatan adalah hal utama. Jangan memaksakan perjalanan laut apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan,” ujarnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat rapuhnya keselamatan pelayaran rakyat, terutama ketika standar muatan dan kewaspadaan terhadap cuaca kerap diabaikan. (*/)






