Cita Rasa Kuliner Sarawak Bikin Rindu, SPM Sarawak: Daya Tarik Utama Wisatawan Mancanegara

Ketua SPM Sarawak, Zulrusdi, menyebut kuliner Sarawak sebagai magnet wisatawan. Warga Pontianak akui kemiripan rasa namun memiliki ciri khas unik. (Foto: KalbarOke/GFM)

KalbarOke.Com — Kuliner Sarawak terbukti memiliki daya tarik luar biasa yang mampu menggugah selera para pelancong. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Sahabat Penggerak Madani (SPM) Sarawak, Zulrusdi Mohammad Hol, saat ditemui di Kuching pada Jumat (30/1/2026).

Menurut Zulrusdi, aneka hidangan khas Sarawak tidak hanya menjadi primadona bagi warga lokal, tetapi juga menjadi incaran tamu mancanegara yang berkunjung ke wilayah timur bumi Borneo tersebut.

“Aneka kuliner tersebut bukan hanya disenangi warga Sarawak, tetapi juga para tamu dari luar termasuk mancanegara. Saking ramahnya para tetamu dengan kuliner Sarawak, membuat pelancong selalu rindu untuk datang berkunjung,” ujar Zulrusdi.

Deretan menu legendaris seperti Laksa Sarawak, Mee Kolok, dan Mee Jawa menjadi hidangan utama yang wajib dicicipi. Tak hanya itu, beragam kudapan seperti kek lapis, cucur, klepon, hingga rojak kangkung turut memperkaya khazanah kuliner daerah. Untuk penyegar dahaga, tersedia pilihan Ice Kacang, Cendol ABC, hingga Ice-Cream Gula Apung yang khas.

Baca :  Polri Kerahkan 86 Alat Berat Percepat Pemulihan Bencana di Sumatra

Zul menjelaskan bahwa kemiripan kuliner antara Sarawak, Malaysia, dan negara tetangga merupakan bukti sejarah masyarakat serumpun Nusantara. “Jenis dan selera kulinernya mirip-mirip antara satu dengan lainnya karena kita adalah satu kesatuan di masa lalu,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Gilang, seorang warga asal Pontianak yang baru pertama kali berkunjung ke Kuching, mengaku sangat menikmati sajian kuliner di sana. Meski banyak kemiripan dengan makanan di Pontianak, ia mencatat adanya perbedaan pada cara pengolahan dan penamaan.

“Menarik dan rasanya enak. Sebenarnya banyak yang mirip antara kuliner di Pontianak dan Kuching. Bahannya sama, cuma cara pengolahan dan penamaan yang agak beda,” ungkap Gilang.

Bagi wisatawan, mencari spot kuliner di Kuching terbilang mudah karena lokasinya tersebar luas dari pusat kota hingga ke pinggiran. Meski harga tergolong bersahabat, pelemahan kurs Rupiah terhadap Ringgit belakangan ini memberikan kesan harga yang sedikit lebih mahal bagi wisatawan asal Indonesia dibandingkan waktu-waktu sebelumnya. Namun, hal tersebut tidak mengurangi antusiasme pelancong untuk tetap berburu kelezatan khas Sarawak.

Baca :  Bahu-membahu dengan Warga, Polisi Bersihkan Material Longsor di Timang Gajah

Ringkasan Berita

*Ketua Umum SPM Sarawak, Zulrusdi Mohammad Hol, mempromosikan kekayaan kuliner Sarawak sebagai magnet wisata pada Jumat (30/1/2026).

*Menu andalan meliputi Laksa Sarawak, Mee Kolok, Mee Jawa, serta kudapan populer seperti Kek Lapis dan Es Krim Gula Apung.

*Terdapat kemiripan budaya kuliner antara Kuching (Sarawak) dan Pontianak (Kalbar) karena faktor sejarah masyarakat serumpun.

*Wisatawan asal Pontianak mengapresiasi keunikan pengolahan makanan di Kuching meskipun bahan dasarnya serupa.

*Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Ringgit menjadi catatan tersendiri bagi wisatawan Indonesia saat berburu kuliner di Sarawak.