Belum Ada Vaksinnya, Kenali Gejala Awal Virus Nipah yang Mirip Flu Sebelum Berakibat Fatal

RSUD SSMA Kota Pontianak mengedukasi masyarakat terkait Virus Nipah. Kenali gejala mirip flu hingga kejang serta langkah pencegahan melalui kebersihan buah. (Foto: dr. Gita Risti/Ist.)

KalbarOke.Com — Sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi wabah penyakit baru, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak menggelar edukasi mengenai Virus Nipah. Virus ini merupakan jenis zoonosis, yakni penyakit yang menular dari hewan ke manusia, yang patut diwaspadai meski saat ini belum ditemukan kasusnya di Indonesia.

Dokter Umum RSUD SSMA, dr. Gita Risti Novianti, menjelaskan bahwa virus ini secara alami dibawa oleh kelelawar buah. Penularan dapat terjadi secara langsung dari hewan ke manusia atau melalui perantara buah-buahan yang telah terkontaminasi.

“Virus Nipah ini sendiri adalah virus yang dibawa oleh kelelawar buah, yang memang sebagai reserver alami atau zoonotic emerging. Jadi, si kelelawar buah ini dia biasanya bisa langsung menularkan ke manusia dan juga bisa langsung terhadap ke buah-buahan juga, salah satunya adalah buah nira atau buah aren,” jelas dr. Gita Risti Novianti pada Selasa (3/2/2026).

Baca :  Vandalisme Marak di Jalur Utama Pontianak, Ketua PGWI Kapuas: Memalukan di Mata Wisatawan!

Gejala awal infeksi ini sering kali mengecoh karena mirip dengan flu biasa, seperti demam, nyeri otot, batuk, dan pilek. Namun, dr. Gita mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan kondisi tersebut karena infeksi ini bisa berakibat fatal jika berkembang menjadi gejala berat.

“Demam, nyeri otot, kemudian ada batuk, ada pilek, dan yang lebih parahnya lagi mungkin bisa saja terjadi kejang merupakan gejala adanya infeksi virus Nipah,” ungkapnya.

Mengingat hingga saat ini belum ditemukan vaksin khusus maupun obat antivirus yang efektif untuk manusia, langkah pencegahan menjadi satu-satunya kunci utama. Masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam mengonsumsi buah-buahan dengan memastikan kebersihannya dan menghindari buah yang memiliki bekas gigitan hewan.

Selain itu, bagi warga yang melakukan perjalanan ke luar negeri atau tinggal di dekat habitat kelelawar, disarankan untuk selalu menggunakan masker dan menghindari kontak langsung dengan pasien yang terinfeksi.

Baca :  Puasa bagi Diabetesi Mesti Segera Dibatalkan Jika Muncul Gejala Ini

“Mari jaga kesehatan mulai dari diri kita, keluarga kita, pencegahan dini lebih baik agar tidak terjadi penyakit virus Nipah di Indonesia,” pesan dr. Gita menutup edukasinya.


Ringkasan Berita

*RSUD SSMA Pontianak menyosialisasikan bahaya Virus Nipah sebagai langkah antisipasi dini terhadap wabah zoonosis pada Selasa (3/2/2026).

*Virus Nipah ditularkan oleh kelelawar buah melalui kontak langsung atau konsumsi buah yang terkontaminasi (seperti nira/aren).

*Gejala awal meliputi demam, batuk, dan pilek, namun dapat memburuk hingga menyebabkan kejang dan kematian.

*Belum ada vaksin atau obat khusus untuk virus ini, sehingga pencegahan menjadi faktor yang sangat krusial.

*Masyarakat diminta waspada terhadap kondisi buah yang akan dikonsumsi dan tetap menjaga protokol kesehatan saat berada di daerah berisiko.