KalbarOke.Com — Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Achmad Sholeh, memberikan penekanan serius dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Benua Kayong, Rabu (11/2/2026). Ia menegaskan bahwa forum penyusunan RKPD Tahun 2027 ini merupakan momentum krusial untuk menentukan arah daerah, terutama di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang menghadapi efisiensi besar-besaran.
Dalam arahannya, Achmad Sholeh mengingatkan agar seluruh pemangku kepentingan tidak terjebak dalam usulan rutin yang bersifat seremonial. Dengan keterbatasan fiskal yang ada, setiap program yang diajukan wajib memiliki dampak langsung dan nyata bagi hajat hidup orang banyak.
“Kita harus realistis melihat kemampuan anggaran daerah. Perencanaan yang matang akan menentukan keberhasilan pembangunan. Setiap usulan harus benar-benar prioritas dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Achmad Sholeh.
Selain isu infrastruktur, Ketua DPRD juga menyoroti ancaman serius bagi masa depan Ketapang, yakni narkoba dan kenakalan remaja seperti balapan liar. Fenomena balap liar di kawasan pantai yang dilaporkan Kepala Desa Padang menjadi perhatian khusus. Sholeh meminta pembangunan SDM menjadi pilar yang setara dengan pembangunan fisik.
Senada dengan hal tersebut, Anggota DPRD Hasib Setiawan mengajak masyarakat untuk tidak pesimis meski transfer dana dari pusat berkurang. Ia menekankan bahwa efisiensi menuntut pemerintah desa dan kecamatan untuk lebih bijak dalam menyusun skala prioritas.
Momentum efisiensi anggaran ini juga disikapi secara filosofis oleh Anggota DPRD Nursiri. Ia memberikan semangat kepada para kepala desa agar tetap optimis dalam mengawal usulan pembangunan.
“Seperti pohon yang dipangkas, nanti akan tumbuh lebih baik dan lebih indah. Begitu juga dengan pembangunan kita. Efisiensi ini jangan kita maknai sebagai kemunduran, tetapi sebagai proses pembenahan,” ujar Nursiri dengan nada memotivasi.
Musrenbang ini juga menjadi ajang bagi Camat Benua Kayong untuk mengingatkan peran penting kepala desa dalam menjaga ketertiban wilayah. Mulai dari penanganan sampah supermarket hingga pengawasan taman kota dari aksi vandalisme, semua elemen diminta berkolaborasi untuk menjaga wajah Benua Kayong.
Pertemuan tersebut ditutup dengan pembahasan teknis usulan melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), guna memastikan aspirasi dari tingkat desa selaras dengan kemampuan anggaran Kabupaten Ketapang tahun 2027 mendatang.
Ringkasan Berita
*Ketua DPRD Ketapang Achmad Sholeh memimpin Musrenbang Kecamatan Benua Kayong pada Rabu (11/2/2026).
*DPRD menekankan pentingnya skala prioritas karena kondisi fiskal daerah yang sedang mengalami pengetatan anggaran.
*Muncul keluhan masyarakat mengenai maraknya balapan liar di kawasan pantai; Forkopimcam berkomitmen meningkatkan patroli keamanan.
*Anggota DPRD Nursiri menganalogikan efisiensi anggaran sebagai proses “pemangkasan pohon” agar tumbuh lebih indah di masa depan.
*Musrenbang berfokus pada keseimbangan pembangunan fisik dan penguatan SDM untuk mencegah peredaran narkoba pada generasi muda.






