KalbarOke.Com — Semangat menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah terasa kental di Rumah Adat Melayu Balai Serumpun, Kota Singkawang. Pada Kamis (12/2/2026) pagi, ratusan siswa tingkat SMP dan MTs berkumpul untuk memperebutkan Piala Bergilir Wali Kota dalam ajang Lomba Belarak dan Khataman Al-Qur’an.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawang, Muhlis, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya pelestarian tradisi lokal bernuansa Islami. Menurutnya, kegiatan ini merupakan jembatan bagi generasi muda untuk mengenal akar budaya sekaligus memperkuat spiritualitas mereka.
Dalam sambutannya, Muhlis menggarisbawahi sejarah panjang langgam khataman khas Melayu Sambas. Ia mengungkapkan bahwa tradisi tersebut memiliki sanad keilmuan yang kuat, bersumber dari Syekh Ahmad Khatib Sambas—seorang ulama besar asal Kalimantan Barat yang pernah menjadi pengajar di Masjidil Haram, Makkah.
“Kalau bukan kita yang mengangkat dan melestarikan budaya Melayu bernuansa Islam ini, siapa lagi? Kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi bagian dari syiar Islam dan pembentukan karakter generasi muda,” tegas Muhlis.
Muhlis juga menekankan bahwa tradisi belarak dan khataman bukan sekadar seremoni, melainkan identitas yang harus dijaga agar tidak tergerus zaman. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan partisipasi yang lebih luas dari sekolah-sekolah dan madrasah di seluruh Kota Singkawang.
“Saya berharap ke depan partisipasi madrasah semakin meningkat agar syiar Al-Qur’an kian semarak di Kota Singkawang,” tambahnya.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta yang tampil dengan pakaian adat Melayu lengkap, menciptakan pemandangan budaya yang estetik di Balai Serumpun. Melalui lomba ini, Pemkot Singkawang dan Kemenag berkomitmen untuk mencetak generasi yang cerdas secara intelektual namun tetap teguh memegang tradisi luhur dan nilai-nilai Al-Qur’an.
Ringkasan Berita
*Lomba Belarak dan Khataman Al-Qur’an tingkat SMP/MTs se-Kota Singkawang resmi dibuka di Rumah Adat Melayu Balai Serumpun, Kamis (12/2/2026).
*Acara digelar untuk memperebutkan Piala Bergilir Wali Kota Singkawang sebagai rangkaian menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 H.
*Kepala Kemenag Singkawang, Muhlis, menyebut tradisi ini bersumber dari ajaran ulama besar Syekh Ahmad Khatib Sambas.
*Kegiatan bertujuan untuk pembentukan karakter generasi muda melalui syiar Islam dan pelestarian budaya Melayu Sambas.
*Kemenag mendorong peningkatan partisipasi madrasah untuk memperkuat identitas budaya religius di Kota Singkawang.





