Prabowo Tegaskan Makan Bergizi Gratis Fondasi Bangun SDM Unggul Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Program Makan Bergizi Gratis sebagai strategi utama membangun kualitas SDM Indonesia dan menekan stunting menuju Indonesia Emas 2045. Foto: BPMI Setpres

KalbarOke.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah strategis dan mendesak dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Menurut Kepala Negara, program tersebut merupakan kebutuhan fundamental bagi mayoritas rakyat dan telah lama menjadi praktik umum di negara-negara maju.

Penegasan itu disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri, sekaligus melakukan groundbreaking 107 SPPG Polri yang dipusatkan di SPPG Polri Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

“Program semacam ini sesungguhnya bukan pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Sudah puluhan negara lain melaksanakan. Negara-negara yang maju dan demokratis pasti memiliki program makan bergizi gratis untuk rakyatnya,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo menyadari bahwa urgensi program MBG mungkin tidak dirasakan oleh kelompok masyarakat yang berkecukupan secara ekonomi. Namun bagi masyarakat rentan, program ini dinilai sangat vital untuk menjamin keberlangsungan hidup dan masa depan generasi bangsa.

Baca :  Satgas Damai Cartenz Jaga Ibadah di Sinak, Negara Hadir di Pagi Pegunungan Papua

Kepala Negara juga mengakui bahwa sejak awal peluncurannya, Program Makan Bergizi Gratis sempat menuai kritik dan penolakan. Meski demikian, Presiden menegaskan keyakinannya bahwa kebijakan tersebut berada di jalur yang benar.

“Tapi saya yakin, waktu itu saya berada di atas jalan yang benar. Saya yakin bahwa tujuan kita benar dan baik,” tegas Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa kebijakan ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka stunting di Indonesia yang sempat mencapai 25 persen dari total anak. Menurutnya, persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan melalui wacana atau pendekatan teoritis, melainkan memerlukan intervensi langsung dari negara.

“Satu-satunya jalan adalah intervensi langsung pemerintah, langsung kepada anak-anak, ibu hamil, dan orang tua yang tidak berdaya, termasuk lansia,” ujarnya.

Terkait pembiayaan, Presiden menegaskan bahwa Program MBG didukung melalui efisiensi dan penghematan anggaran negara tanpa melampaui batas fiskal. Ia memastikan bahwa defisit APBN tetap berada dalam koridor aman.

Baca :  DPR dan Pemerintah Sepakat Aktifkan Kembali 11 Juta Peserta PBI BPJS Kesehatan

“Defisit kita masih di bawah 3 persen dari PDB, dan saya bertekad kita akan berusaha sekeras mungkin untuk menguranginya,” kata Presiden.

Presiden Prabowo juga mengungkapkan capaian signifikan program MBG yang kini telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat, dengan dukungan lebih dari 22 ribu SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Jumlah ini setara memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan setiap hari, atau 10 kali Singapura, bahkan dua kali jumlah penduduk Malaysia setiap hari,” ungkapnya.

Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diposisikan sebagai kebijakan sosial, tetapi juga sebagai strategi transformasi nasional untuk mencetak generasi sehat, meningkatkan produktivitas ekonomi, dan mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. (*/)