KalbarOke.com – Komitmen Kepolisian Republik Indonesia dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang keamanan kembali ditegaskan. Hal itu ditunjukkan melalui kehadiran Komandan Pasukan Gegana Korbrimob Polri Brigadir Jenderal Polisi Mulyadi dalam 17th Programme Governance Committee (PGC) Meeting yang digelar oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) di Four Seasons Hotel Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.
Forum strategis tersebut membahas rencana kerja UNODC tahun 2026 yang diselaraskan dengan prioritas pembangunan nasional Indonesia, khususnya dalam menghadapi dinamika kejahatan lintas negara dan ancaman keamanan berisiko tinggi.
Pertemuan dipimpin oleh Head of Programme Office in Indonesia and Liaison to ASEAN UNODC Erik van der Veen. Sejumlah pejabat pemerintah turut hadir, antara lain Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata Kementerian Luar Negeri Caka Alverdi Awal serta Direktur Pertahanan dan Keamanan Kementerian PPN/Bappenas Erik Armundito.
Dalam diskusi, peserta membahas programme logframe dan strategi implementasi UNODC, termasuk dukungan terhadap rencana aksi 2026. Fokus utama diarahkan pada penguatan sinergi antarkementerian, lembaga penegak hukum, dan mitra internasional dalam menghadapi kejahatan terorganisasi, terorisme, serta ancaman keamanan nonkonvensional.
Kehadiran Danpas Gegana menegaskan peran aktif Korps Brimob Polri dalam kerja sama global, terutama di bidang penanggulangan bahan peledak, ancaman KBRN, dan risiko keamanan berintensitas tinggi. Partisipasi ini sekaligus memperkuat posisi Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai mitra strategis dalam kolaborasi internasional.
Melalui forum PGC ke-17 ini, pemerintah Indonesia dan UNODC diharapkan dapat membangun koordinasi yang lebih solid sehingga pelaksanaan program keamanan pada 2026 berjalan efektif, terukur, dan memberi dampak nyata bagi stabilitas keamanan nasional serta ketertiban masyarakat. (*/)







