KalbarOke.com – Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui masih lemahnya tata kelola pemerintahan dan maraknya praktik korupsi di Indonesia. Pengakuan itu disampaikan Prabowo saat berbicara dalam sesi roundtable Business Summit di Washington DC, Rabu, 18 Februari 2026, dalam rangka kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat.
“Kita memiliki kelemahan. Kita memiliki masalah dalam tata kelola pemerintahan yang baik. Kita memiliki masalah korupsi. Kita memiliki masalah kinerja kelembagaan yang masih lemah,” kata Prabowo di hadapan para pelaku usaha dan investor internasional.
Prabowo mengatakan, pemerintahannya berkomitmen membenahi persoalan-persoalan struktural tersebut sebagai bagian dari strategi memperkuat iklim investasi nasional. Ia mengakui, langkah reformasi yang ditempuh tidak selalu berjalan mulus dan kerap menuai penolakan.
Namun, menurut Prabowo, kepastian hukum dan tata kelola yang kuat merupakan fondasi utama kepercayaan investor. “Tidak ada pihak yang ingin masuk ke dalam perekonomian yang penuh ketidakpastian, yang tidak memiliki kepercayaan terhadap proses hukum dan penegakan hukum,” ujarnya.
Dalam forum itu, Prabowo juga menegaskan arah kebijakan ekonominya yang menitikberatkan pada stabilitas, reformasi berkelanjutan, dan disiplin fiskal. Ia menyatakan pemerintah berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan pemanfaatan sumber daya alam dilakukan secara bijaksana dan berkelanjutan.
“Kami menggerakkan perekonomian dari akar rumput. Kami ingin mempertahankan pertumbuhan, tetapi juga mengendalikan pemanfaatan sumber daya agar memberi manfaat jangka panjang,” kata Prabowo.
Melalui agenda reformasi dan penegakan hukum yang konsisten, Prabowo optimistis Indonesia akan semakin dipercaya sebagai destinasi investasi global. Ia menegaskan, setiap pertumbuhan ekonomi harus berdampak nyata bagi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya bagi segelintir pihak. (*/)







