KalbarOke.Com — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan komitmennya untuk memastikan Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayahnya memberikan dampak konkret bagi kesejahteraan masyarakat. Hal ini disampaikan saat menghadiri Konsultasi Publik rancangan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian terkait perubahan daftar PSN di Hotel Novotel Pontianak, Rabu (18/2/2026).
Forum strategis ini membahas transformasi proyek pengolahan bauksit menjadi fasilitas pengolahan dan pemurnian alumina–aluminium terpadu yang terintegrasi dengan penambangan di Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Landak.
Gubernur Ria Norsan optimis bahwa momentum hilirisasi ini akan menjadi pengungkit utama pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat tahun 2026 yang ditargetkan berada pada kisaran 5,19 hingga 6,17 persen.
“Proyek ini akan membantu meningkatkan perekonomian Kalimantan Barat, terutama di Mempawah dan Landak. Ini instrumen untuk memperkuat struktur industri pengolahan dan meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap PDRB,” ujar Ria Norsan.
Meskipun membawa misi ekonomi raksasa yang melibatkan perusahaan besar seperti PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), PT Inalum, hingga PT PLN, Gubernur memberikan catatan keras terkait aspek lingkungan. Ia meminta perusahaan tidak mengabaikan kewajiban pascatambang.
“Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, seperti tata ruang, dampak kawasan hutan, pengelolaan limbah, serta reklamasi dan reboisasi pascatambang. Kami mohon perusahaan benar-benar memperhatikan hal ini,” tegasnya.
Selain lingkungan, kedaulatan tenaga kerja lokal menjadi poin utama yang disoroti. Mengingat angka setengah pengangguran di Kalbar masih mencapai 10,43 persen, Norsan mendesak agar perusahaan melakukan transfer keahlian agar warga lokal tidak hanya menjadi pengamat di daerahnya sendiri.
“Kami minta masyarakat setempat diutamakan. Penduduk kita jangan hanya menjadi penonton, tetapi bisa menjadi pekerja terampil, bahkan manajer di perusahaan tersebut,” harap Norsan.
Proyek ambisius ini nantinya mencakup pembangunan fasilitas pengolahan sisa hasil pemurnian (SGAR 1 dan SGAR 2), pembangunan smelter aluminium, hingga penyediaan pembangkit listrik pendukung operasional yang akan diintegrasikan dengan jalur pengangkutan bauksit dari Kabupaten Landak.
Ringkasan Berita
*Gubernur Ria Norsan memimpin konsultasi publik perubahan status PSN bauksit menjadi proyek alumina-aluminium terpadu di Mempawah dan Landak pada Rabu (18/2/2026).
*PSN ini diproyeksikan menjadi motor utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat hingga 6,17 persen di tahun 2026.
*Gubernur menekankan empat poin krusial kepada perusahaan pelaksana: tata ruang yang tepat, pengelolaan limbah B3, serta kewajiban reklamasi dan reboisasi pascatambang.
*Perusahaan didorong untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal guna menekan angka pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitar wilayah industri.
*Proyek ini melibatkan integrasi antara PT BAI, PT Inalum, PT Bukit Asam, PT PLN, dan PT Antam Tbk, yang mencakup pembangunan infrastruktur tambang hingga pembangkit listrik mandiri.







