Bawa Misi Budaya ke Riyadh, Wakil Ketua PA Bengkayang Kenalkan Tas ‘Juah’ di Arab Saudi

Wakil Ketua PA Bengkayang Erfani memperkenalkan tas anyaman tradisional 'Juah' kepada Syekh Fadh Al Luhaidan saat mengikuti Diklat Ekonomi Syariah di Riyadh. (Foto: ISt.)

KalbarOke.Com — Sebuah tas anyaman tradisional khas Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, bernama ‘Juah’, kini resmi menjadi penghuni salah satu institusi pendidikan ternama di Arab Saudi. Tas berbahan rotan pilihan tersebut dibawa langsung oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama (PA) Bengkayang, Erfani, sebagai cinderamata dalam lawatannya ke Riyadh.

Momen bersejarah ini terjadi di sela-sela kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Ekonomi Syariah bagi Hakim Peradilan Agama Indonesia yang berlangsung pada 2–14 Februari 2026 kemarin. Erfani, yang merupakan putra asli Mempawah, merupakan satu dari 32 hakim terpilih yang berkesempatan menimba ilmu di Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud.

Cinderamata istimewa tersebut diserahkan langsung kepada Syaikh Prof. Fadh bin Shalih Al Luhaidan selaku perwakilan dari universitas tersebut. Pemilihan ‘Juah’ sebagai kenang-kenangan bukan tanpa alasan. Tas ini mencerminkan kearifan lokal serta kemahiran masyarakat Bengkayang dalam mengolah hasil alam yang diwariskan secara turun-temurun.

Baca :  Kapolri Buka Latihan Ansor-Banser, Tekankan Sinergi Jaga Stabilitas Nasional

“Pemberian Juah merupakan simbol penghormatan sekaligus upaya memperkenalkan kekayaan budaya lokal Indonesia di forum internasional,” ungkap Erfani.

Bagi Erfani, tas Juah bukan sekadar barang pajangan, melainkan alat komunikasi budaya. Melalui kerajinan tangan ini, ia ingin menunjukkan bahwa Indonesia—khususnya Kalimantan Barat—memiliki nilai seni yang sangat tinggi dan tetap terjaga hingga kini.

Selain memperkuat kemampuan di bidang hukum agama, ia berharap kehadiran delegasi Indonesia di Arab Saudi mampu mempererat persahabatan antarnegara melalui pertukaran nilai-nilai luhur.

“Melalui kegiatan peningkatan kemampuan aparatur peradilan ini, tidak hanya terbangun penguatan keahlian di bidang hukum agama, tetapi juga terjalin pertukaran nilai budaya yang mempererat persahabatan antarbangsa,” harap Erfani.

Penyerahan cinderamata ini menjadi bukti bahwa misi kedinasan di luar negeri juga bisa menjadi sarana efektif untuk mempromosikan produk lokal daerah agar lebih dikenal luas di kancah dunia.

Baca :  Buka Puasa Bersama di Rumah Dinas, Sekda Kalbar: Silaturahmi KAHMI Adalah Cara Memantapkan Perjuangan

Ringkasan Berita

*Wakil Ketua PA Bengkayang, Erfani, mengikuti Diklat Ekonomi Syariah di Riyadh, Arab Saudi (2–14 Februari 2026).

*Erfani menyerahkan tas tradisional Juah (anyaman rotan khas Bengkayang) kepada Syaikh Prof. Fadh bin Shalih Al Luhaidan di Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud.

*Tas Juah dipilih karena memiliki nilai budaya tinggi dan menjadi simbol kearifan lokal masyarakat Kalimantan Barat.

*Selain peningkatan kapasitas hukum, kegiatan ini menjadi wadah memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke tingkat internasional.

*Langkah ini diharapkan memperkuat hubungan baik antara lembaga peradilan Indonesia dengan institusi pendidikan di Arab Saudi.