KalbarOke.Com – Pengurus Akuatik Indonesia Kota Pontianak menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) periode 2025–2029. Acara ini dihadiri oleh 50 atlet dari sepuluh klub renang di Pontianak. Wali Kota Pontianak dan Ketua Akuatik periode sebelumnya, Edi Rusdi Kamtono, menekankan hal penting.
Edi Kamtono menyoroti perlunya pembinaan atlet sejak usia dini. Hal ini penting untuk menghadapi ketatnya persaingan di tingkat nasional. Menurutnya, masih banyak “pekerjaan rumah” untuk meningkatkan prestasi renang.
“Masih banyak PR yang harus kita selesaikan untuk meningkatkan prestasi renang di tingkat nasional,” ujar Edi Rusdi Kamtono usai pembukaan Muscab.
Edi Kamtono menyebut masa emas atlet berada di usia 15 hingga 18 tahun. Oleh karena itu, pembinaan harus dimulai konsisten sejak usia 6-8 tahun. Komitmen Pemerintah Kota Pontianak untuk mendukung olahraga ini pun ditegaskan.
Kota Pontianak kini telah memiliki dua kolam renang berstandar pertandingan resmi. Peningkatan fasilitas pendukung akan terus dilakukan Pemerintah Kota Pontianak. Edi juga menyatakan bahwa atlet boleh menggunakan kolam renang milik pemerintah secara gratis.
“Atlet dapat menggunakan kolam renang milik pemerintah secara gratis sesuai jadwal yang tidak mengganggu masyarakat umum,” terangnya.
Ketua KONI Kota Pontianak, Nanang Setiabudi, mengapresiasi capaian Akuatik dan Perserikatan Selam (PERSERASI). Ia berharap prestasi atlet Pontianak dapat terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Nanang juga menekankan pentingnya persiapan menuju Pra-PON tahun depan.
Menurut informasi, PON 2028 akan digelar di NTT dan NTB dengan jumlah nomor pertandingan yang lebih sedikit. Nanang berpendapat berkurangnya nomor pertandingan akan membuat persaingan lebih merata.
“Ini menjadi peluang bagi Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak, untuk meningkatkan peringkat,” tegas Nanang Setiabudi.
Ketua Pelaksana Muscab, Yusnaldi, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan karena masa berlaku kepengurusan telah berakhir. Seluruh klub sepakat mendukung keberlanjutan kepemimpinan ketua sebelumnya. Muscab menjadi wadah merumuskan program kerja 2026.
Program kerja itu mencakup persiapan menghadapi O2SN, Popnas, dan Kejurnas. Yusnaldi optimistis dukungan penuh dari pemerintah, KONI, pengurus, dan klub dapat mencetak atlet berprestasi.
Ringkasan
• Akuatik Pontianak mengadakan Muscab untuk merumuskan program kerja 2026 dan memilih kepemimpinan baru.
• Edi Kamtono menekankan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini (6–8 tahun) untuk mencapai prestasi nasional.
• Pemerintah Kota Pontianak menyediakan dua kolam renang berstandar pertandingan dan mengizinkan atlet menggunakannya secara gratis.
• KONI Pontianak melihat berkurangnya nomor pertandingan di PON 2028 (NTT-NTB) sebagai peluang Pontianak untuk meningkatkan peringkat prestasi.
• Muscab bertujuan mempersiapkan atlet Pontianak menghadapi kejuaraan seperti O2SN, Popnas, dan Kejurnas.






