KalbarOke.com – Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Venezuela hingga saat ini belum memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai potensi imbas ekonomi global, terutama terhadap pergerakan harga minyak dunia, menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menyampaikan hal tersebut sebelum menghadiri rapat terbatas bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta. Airlangga menilai, eskalasi konflik geopolitik antara dua negara tersebut berpotensi memicu ketidakstabilan di pasar energi internasional.
“Konflik Amerika Serikat dan Venezuela tentu akan berdampak pada harga minyak global. Namun sampai saat ini, kami melihat belum ada dampak langsung yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia,” ujar Airlangga.
Menurutnya, pemerintah terus memantau perkembangan situasi global dan menyiapkan langkah antisipatif guna menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika geopolitik internasional.
Pernyataan senada juga disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menegaskan bahwa dampak konflik AS–Venezuela terhadap Indonesia masih sangat terbatas dan belum terasa secara nyata.
“Sejauh ini pengaruhnya ke ekonomi Indonesia masih minimal. Namun tentu tetap kami pantau, terutama dari sisi pasar keuangan dan komoditas energi,” kata Purbaya.
Sebelumnya diberitakan, militer Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dalam sebuah operasi pada Sabtu dini hari (3/1/2026). Penangkapan tersebut disebut sebagai puncak dari operasi tekanan selama berbulan-bulan yang dilancarkan pemerintahan Presiden AS Donald Trump terhadap Venezuela.
Menurut pejabat Amerika Serikat, Maduro ditangkap dan dibawa menggunakan kapal perang menuju New York untuk menghadapi tuntutan pidana di pengadilan AS. Langkah kontroversial ini langsung memicu kecaman dari sejumlah pemimpin dunia, serta meningkatkan ketegangan geopolitik global.
Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus bersikap waspada dan responsif terhadap perkembangan situasi internasional, guna memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. (*/)






