Jangan Remehkan Gigi Berlubang, drg Zhafirah Ingatkan Risiko Infeksi hingga Gangguan Tumbuh Kembang

Dokter Gigi Zhafirah Maulidya Sardi mengedukasi warga di RSUD SSMA Pontianak tentang bahaya karies gigi. Cegah infeksi dengan rutin periksa setiap enam bulan. (Foto: Ist.)

KalbarOke.Com — Masalah gigi berlubang atau karies gigi hingga kini masih menjadi keluhan kesehatan yang paling umum dialami masyarakat, baik anak-anak maupun orang dewasa. Meski sering dianggap sepele, kondisi ini memiliki dampak jangka panjang yang serius jika tidak segera ditangani oleh tenaga medis.

Dalam sesi edukasi yang diberikan kepada pasien dan pengunjung di RSUD SSMA Kota Pontianak, Senin (2/2/2026), Dokter Gigi Zhafirah Maulidya Sardi menjelaskan bahwa karies terjadi akibat asam hasil bakteri sisa makanan yang mengikis email gigi secara perlahan.

“Bakteri tersebut menghasilkan asam yang secara perlahan mengikis email gigi hingga terbentuk lubang,” sambungnya ketika memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak.

Baca :  Respon Keluhan Pasien, Rehab Berat Atap Bocor di RSUD SSMA Pontianak Segera Dilakukan

Banyak orang tidak menyadari kondisi ini karena pada tahap awal karies seringkali tidak menimbulkan gejala. Namun, seiring waktu lubang dapat membesar hingga mencapai lapisan dalam dan memicu nyeri hebat, abses gigi, bahkan pembengkakan yang berisiko menyebarkan infeksi ke bagian tubuh lain.

Efek karies juga sangat berpengaruh pada kelompok usia tertentu. Pada anak-anak, kondisi ini dapat mengganggu proses makan dan tumbuh kembang, sementara pada lansia bisa menyebabkan kehilangan gigi permanen.

“Pada anak-anak karies gigi juga dapat mengganggu proses makan, bicara dan tumbuh kembang. Sementara pada orang dewasa dan lansia dapat menyebabkan nyeri berkepanjangan, infeksi, hingga kehilangan gigi,” imbuh drg Zhafirah.

Baca :  Pipa Nipah Kuning Beroperasi Februari, Wali Kota Pontianak Minta PDAM Lebih Responsif Tangani Keluhan Warga

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk menyikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride dan menjaga pola makan sehat. Kesadaran untuk memeriksakan kesehatan gigi secara rutin setiap enam bulan sekali menjadi kunci utama agar risiko kerusakan gigi yang parah dapat diminimalkan.

Menurutnya, kesehatan gigi dan mulut bukan hanya soal menghindari rasa sakit, melainkan bagian penting dari menjaga kualitas hidup dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

“Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tidak lagi meremehkan gigi berlubang dan mulai menerapkan pola hidup yang lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut,” tutupnya.