KalbarOke.com – Tim gabungan yang terdiri dari personel Polri, Tim K-9, dan instansi terkait berhasil menemukan satu korban banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Korban diketahui seorang anak laki-laki berusia dua tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, membenarkan penemuan tersebut. Korban bernama Clayton Azriel Tatambihe (2) ditemukan pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 11.40 WITA di Kampung Laghaeng, Kecamatan Siau Timur.
“Korban ditemukan oleh petugas gabungan yang dibantu Tim K-9 SAR di lokasi terdampak banjir bandang,” ujar Alamsyah.
Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi. Selanjutnya, korban akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Hingga saat ini, petugas gabungan masih terus melakukan penyisiran lanjutan untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun material banjir. Selain pencarian korban, tim juga melaksanakan kerja bakti membersihkan lokasi terdampak, baik di wilayah Siau Barat maupun Siau Timur.
Dalam penanganan bencana ini, Direktorat Samapta Polda Sulut mengerahkan puluhan personel beserta peralatan dan kendaraan Search and Rescue (SAR) guna mempercepat pemulihan kondisi pascabencana.
“Sebanyak 56 personel Samapta kami turunkan lengkap dengan peralatan dan kendaraan SAR untuk membantu penanggulangan banjir bandang di Sitaro,” kata Direktur Samapta Polda Sulut Kombes Pol Moh Zamroni.
Sejak Selasa (6/1/2026) pagi, personel Ditsamapta Polda Sulut yang diperbantukan ke Polres Sitaro telah berada di lokasi bencana, khususnya di wilayah Bahu Sondang, Lingkungan IV, yang terdampak cukup parah.
“Personel Polri bersama instansi terkait dan masyarakat setempat saling bahu-membahu membersihkan material banjir. Kami juga mengerahkan Tim K-9 SAR untuk membantu pencarian korban yang diduga masih hilang,” lanjut Zamroni.
Selain itu, petugas turut membantu pengaturan lalu lintas serta mengevakuasi warga dan kendaraan roda dua maupun roda empat yang terjebak genangan air akibat curah hujan tinggi.
Polda Sulut berharap sinergi seluruh pihak, baik aparat, pemerintah daerah, maupun masyarakat, dapat mempercepat pemulihan kondisi Sitaro dan meminimalisasi dampak lanjutan dari bencana banjir bandang tersebut. (*/)






