KalbarOke.Com – Bencana banjir hebat sempat melanda wilayah hulu Kabupaten Landak, khususnya di Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar. Berdasarkan video amatir yang direkam warga pada Sabtu (10/1/2026) siang, terlihat pemandangan yang mencekam di mana ketinggian air bah mencapai puncaknya hingga nyaris setinggi atap rumah warga.
“Video amatir menunjukkan ketinggian air bahkan sempat mencapai hampir seatap rumah pada Sabtu siang kemarin di Desa Serimbu,” demikian informasi yang dihimpun dari laporan lapangan BPBD Landak.
Meskipun sempat mencapai titik yang membahayakan nyawa dan harta benda, laporan terkini pada Senin siang (12/1/2026) menunjukkan kondisi di wilayah tersebut sudah mulai berangsur surut.
Tim BPBD yang melakukan pengecekan langsung menyatakan daerah hulu kini sudah dalam kondisi relatif aman karena tidak ada lagi peningkatan debit air yang signifikan.
Namun, kerusakan materil akibat air yang merendam hingga atap rumah tersebut diperkirakan cukup besar. Pihak BPBD bersama aparat setempat kini tengah melakukan pendataan dampak kerusakan di wilayah hulu sembari memastikan warga dalam kondisi selamat.
Surutnya air di wilayah hulu seperti Air Besar, Banyuke Hulu, Meranti, dan Menyuke bukan berarti ancaman telah berakhir.
Kepala BPBD Kabupaten Landak, Stefanus Suseno Caroko Hadi, menegaskan bahwa massa air dalam jumlah besar kini sedang bergerak cepat menuju wilayah hilir, terutama Kota Ngabang.
“Daerah hulu saat ini sudah aman, tidak ada perkembangan penambahan tinggi air. Namun pergerakan air di wilayah Ngabang cukup cepat. Kami melakukan pemantauan terus setiap satu hingga dua jam,” kata Stefanus Suseno Caroko Hadi.
Kecepatan aliran air ini menimbulkan risiko genangan baru yang sulit diprediksi ketinggian maksimalnya. BPBD mengkhawatirkan terjadinya akumulasi air yang tertahan di Ngabang sehingga dapat memicu banjir susulan dengan durasi yang lebih lama dibandingkan di wilayah hulu.
Kesiapsiagaan di pusat ibu kota kabupaten kini ditingkatkan ke level maksimal. Tim reaksi cepat telah disebar di titik-titik rawan genangan untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat sebelum air benar-benar meluap ke pemukiman.
Dampak pergerakan air dari hulu sudah mulai dirasakan warga di Dusun Raiy, Desa Raja, Kecamatan Ngabang. Sejak Minggu dini hari, air dilaporkan mulai memasuki pemukiman warga dengan ketinggian awal sekitar 30 sentimeter.
“Saya lihat air sudah masuk rumah, jadi langsung berkemas menyelamatkan barang-barang, kayu, dan peralatan rumah. Sekarang air sekitar tiga puluh sentimeter, biasanya bisa sampai setinggi leher,” ungkap Asong Iskandar, warga Desa Raja yang terdampak.
Warga mengaku bahwa banjir merupakan kejadian rutin tahunan di wilayah mereka, sehingga prosedur penyelamatan barang-barang berharga dilakukan dengan cepat secara mandiri. Meskipun demikian, trauma akan banjir yang mencapai setinggi leher tetap menghantui warga jika curah hujan kembali meningkat.
BPBD Kabupaten Landak terus mengimbau masyarakat di sepanjang bantaran sungai untuk tetap waspada dan segera melaporkan kondisi darurat.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau debit air setiap jam guna menjamin keselamatan warga di seluruh titik terdampak.
Ringkasan Berita
• Banjir ekstrem sempat merendam Desa Serimbu, Air Besar, hingga nyaris setinggi atap rumah pada Sabtu (10/1/2026).
• Per Senin (12/1/2026), banjir di wilayah hulu dilaporkan sudah berangsur surut dan kondisi dinyatakan aman.
• Kepala BPBD Stefanus Suseno Caroko Hadi mewaspadai pergerakan air yang cepat dari hulu menuju wilayah Kota Ngabang.
• Di Dusun Raiy, Desa Raja, air sudah mulai memasuki rumah warga sejak Minggu dengan ketinggian 30 cm dan diprediksi bisa meningkat.
• Warga diimbau segera mengemas barang-barang berharga dan terus berkoordinasi dengan petugas di posko siaga bencana.






