Basarnas Perpanjang Pencarian Tiga Korban KM Putri Sakinah Hingga 4 Januari

Basarnas bersama Polri dan Tim SAR Gabungan memperpanjang operasi pencarian tiga korban kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo hingga 4 Januari 2026. Foto: Divisi Humas Polri

KalbarOke.com – Upaya pencarian terhadap tiga korban yang masih dinyatakan hilang akibat kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, terus dilanjutkan. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama Polri dan Tim SAR Gabungan memutuskan untuk memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Januari 2026.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan serta upaya maksimal untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban.

Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Rudi Darmoko, melalui Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, menegaskan bahwa sinergi antarinstansi menjadi faktor kunci dalam keberhasilan operasi pencarian di perairan terbuka.

Baca :  Target Tiga Besar! Presiden Prabowo Lepas Kontingen Indonesia ke SEA Games 2025

“Perpanjangan operasi pencarian ini merupakan wujud komitmen bersama untuk terus berupaya menemukan para korban. Sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan,” ujar Henry.

Dalam pelaksanaannya, Ditpolairud Polda NTT mengerahkan sumber daya secara maksimal. Berbagai peralatan khusus digunakan, termasuk sonar multibeam untuk memindai dasar laut, serta penyisiran intensif di wilayah Selat Padar dan perairan sekitarnya.

Seluruh proses pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus laut, serta karakteristik perairan, demi menjaga keselamatan personel dan efektivitas operasi.

Kapolda NTT juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga di sekitar perairan Labuan Bajo, untuk ikut berpartisipasi aktif. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas atau posko SAR terdekat apabila menemukan petunjuk yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban.

Baca :  MUI Desak Kapolri Usut Tuntas Penyebab Banjir dan Longsor Sumatra, Diduga Libatkan Puluhan Perusahaan

Selain fokus pada pencarian korban, Kapolda NTT berharap insiden ini menjadi momentum evaluasi bersama terkait keselamatan pelayaran, khususnya pada sektor kapal wisata. Kepatuhan terhadap prosedur standar diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Dengan dukungan doa serta kerja sama semua pihak, operasi pencarian diharapkan dapat segera membuahkan hasil dan memberikan kejelasan bagi keluarga korban yang masih menunggu kabar. (*/)