Landak  

Waspada Akumulasi Air di Ngabang, BPBD Aktifkan Posko Siaga Bencana di GOR Bujakng Nyangko

Waspada Akumulasi Air di Ngabang, BPBD Aktifkan Posko Siaga Bencana di GOR Bujakng Nyangko. (Foto: Hendri Marcelleno)

KalbarOke.Com – Pemerintah Kabupaten Landak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) secara resmi mengaktifkan Posko Siaga Bencana sebagai langkah respons cepat menghadapi ancaman banjir. Posko yang dipusatkan di GOR Indoor Bujakng Nyangko, Ngabang, ini mulai beroperasi penuh sejak Minggu (11/1/2026).

“Berdasarkan arahan Ibu Bupati, kami diminta segera mengaktifkan posko siaga untuk memantau perkembangan banjir. Beliau menegaskan bahwa kita harus selalu siap,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Landak, Stefanus Suseno Caroko Hadi.

Pengaktifan posko ini menjadi pusat pemantauan 24 jam serta media center bagi koordinasi lintas sektor yang melibatkan TNI, Polri, serta berbagai organisasi kemasyarakatan. Posko ini disiapkan untuk menjadi lokasi evakuasi utama apabila debit air di wilayah perkotaan mengalami kenaikan signifikan dalam waktu dekat.

Status posko saat ini masih dalam level siaga, namun seluruh personel dan peralatan penyelamatan telah disiagakan. Pemkab Landak ingin memastikan bahwa pengalaman banjir besar di tahun sebelumnya menjadi pelajaran berharga dalam memitigasi risiko di tahun 2026 ini.

Laporan terbaru dari tim lapangan menunjukkan tren penurunan debit air di sejumlah kecamatan wilayah hulu seperti Air Besar, Banyuke Hulu, dan Menyuke. Namun, surutnya air di hulu justru memicu kekhawatiran baru akan terjadinya akumulasi atau banjir kiriman di pusat ibu kota kabupaten, Ngabang.

Baca :  Ketinggian Air Nyaris Seatap Rumah! Banjir Serimbu Berangsur Surut, BPBD Pantau Jalur Air

“Data hari ini menunjukkan air di beberapa kecamatan sudah mulai turun. Namun biasanya akumulasi air justru terjadi di Ngabang. Karena itu, posko ini kami aktifkan sejak dini,” jelas Stefanus Suseno Caroko Hadi.

Pemantauan intensif dilakukan setiap satu hingga dua jam sekali guna melihat pergerakan air yang mengalir dari Serimbu dan Karangan. Meski wilayah-wilayah tersebut saat ini dilaporkan sudah dalam kondisi aman, kecepatan arus menuju hilir tetap menjadi perhatian utama tim BPBD.

BPBD Landak terus memperbarui data secara berkala untuk memetakan titik-titik pemukiman di Ngabang yang paling rawan terdampak luapan air sungai. Skenario penanganan darurat, termasuk rencana evakuasi warga di bantaran sungai, telah disiapkan dengan matang melalui rapat koordinasi teknis.

Selain kesiapan personel, Pemkab Landak juga memastikan ketersediaan logistik dasar bagi para calon pengungsi. Koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Dinas Sosial telah dilakukan untuk menjamin stok beras dan cadangan pangan siap didistribusikan sewaktu-waktu jika kondisi memburuk.

“Kami telah berkoordinasi untuk memastikan kesiapsiagaan logistik, termasuk stok beras dari Dinas Pertanian serta cadangan pangan dari Dinas Sosial yang siap digerakkan,” tambah Stefanus.

Langkah ini diambil agar penanganan bencana berjalan lebih efektif dan efisien tanpa adanya kendala pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah mengimbau warga, khususnya yang tinggal di dataran rendah di wilayah Ngabang, untuk segera memindahkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.

Baca :  Jamin Malam Tahun Baru Aman, Bupati Karolin Patroli Motor Keliling Ngabang dan Cek Kesiapan RSUD Landak

Masyarakat juga diminta untuk tetap mengikuti informasi resmi dari kanal pemerintah guna menghindari disinformasi yang meresahkan. Sinergi antara pemerintah dan partisipasi aktif warga diharapkan dapat meminimalkan dampak kerugian materil akibat cuaca ekstrem ini.

Hingga Senin sore (12/1/2025), tim gabungan terus bersiaga di Posko GOR Indoor Bujakng Nyangko sembari memantau perkembangan cuaca dari BMKG. Penyiagaan posko akan terus dilakukan hingga kondisi cuaca dinyatakan benar-benar stabil dan aman bagi seluruh warga Kabupaten Landak.


Ringkasan Berita

• BPBD Landak mengaktifkan Posko Siaga Bencana di GOR Indoor Bujakng Nyangko, Ngabang, mulai Minggu (11/1/2026).

• Banjir di wilayah hulu (Air Besar, Banyuke Hulu, Menyuke) mulai surut, namun potensi banjir kiriman mengancam wilayah Kota Ngabang.

• Kepala BPBD Stefanus Suseno Caroko Hadi melakukan pemantauan debit air setiap 1-2 jam guna mengantisipasi akumulasi air di hilir.

• Stok logistik berupa beras dan cadangan pangan telah disiapkan melalui koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Dinas Sosial.

• Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor kepada aparat jika debit air sungai di lingkungan masing-masing mulai meluap.