KalbarOke.Com — Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan komitmennya untuk segera mencarikan solusi terkait kelangkaan dan tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah pesisir Kabupaten Kubu Raya. Hal tersebut disampaikannya di sela-sela kegiatannya di Rasau Jaya pada Rabu, 18 Maret 2026.
Sujiwo mengungkapkan bahwa kelangkaan BBM yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat, terutama pada sektor transportasi dan harga kebutuhan pokok.
“Kelangkaan ini terjadi sekitar tiga sampai empat hari terakhir. Dampaknya cukup terasa, terutama pada kenaikan tarif transportasi motor air yang mencapai sekitar 30 persen,” ujar Sujiwo pada Rabu (18/3/2026).
Ia menambahkan, lonjakan biaya transportasi tersebut secara otomatis memengaruhi harga bahan pokok di wilayah pesisir seperti Kecamatan Batu Ampar dan Kubu.
Kondisi ini dinilai sangat memberatkan masyarakat, mengingat transportasi air merupakan urat nadi distribusi logistik di wilayah tersebut.
“Ketika transportasi naik, otomatis harga sembako juga ikut terdampak. Ini yang memberatkan masyarakat,” jelasnya.
Saat ini, pemerintah daerah fokus melakukan langkah normalisasi terhadap distribusi BBM agar harga di tingkat konsumen kembali stabil dan terjangkau.
Sujiwo menegaskan bahwa prioritas utama adalah menormalkan pasokan agar tarif transportasi air bisa kembali ke angka semula.
Ke depan, ia juga berencana merancang mekanisme penyaluran BBM bersubsidi yang lebih tepat sasaran sesuai dengan aturan yang berlaku.
Mekanisme tersebut nantinya akan melibatkan rekomendasi dari instansi terkait, seperti Dinas Perikanan dan Dinas Pertanian.
“Kita akan pikirkan penyaluran BBM bersubsidi ke depan, tentu dengan mekanisme yang sesuai aturan, ada proses administrasi dan rekomendasi dari dinas terkait,” katanya.
Sujiwo juga meminta dukungan penuh dari pihak Pertamina untuk mengawal ketat distribusi BBM, terutama dalam situasi krusial menjelang hari raya.
Ia bahkan meminta petugas terkait untuk memaksimalkan waktu guna memastikan pasokan tidak terhambat.
“Saya minta Pertamina ikut mengawal, bahkan kalau perlu mengurangi waktu istirahat untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar,” tegas Sujiwo pada Rabu (18/3/2026).
Selain penanganan BBM, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga memastikan akan terus memantau arus mudik, khususnya pada moda transportasi sungai.
Hal ini dilakukan agar tarif tiket, baik untuk speedboat maupun motor air, tetap terkendali dan tidak semakin memberatkan masyarakat yang hendak pulang kampung.
“Kita akan pastikan harga tiket transportasi kembali normal. Kasihan masyarakat kalau terus naik,” pungkasnya.
Ringkasan Berita
*Bupati Kubu Raya Sujiwo meninjau dampak kelangkaan BBM di wilayah pesisir pada Rabu (18/3/2026).
*Kelangkaan selama tiga hingga empat hari terakhir memicu kenaikan tarif motor air sebesar 30 persen dan berdampak pada harga sembako.
*Pemerintah daerah fokus melakukan normalisasi distribusi BBM untuk menekan biaya transportasi di Batu Ampar dan Kubu.
*Mekanisme penyaluran BBM bersubsidi ke depan akan diperketat melalui rekomendasi Dinas Perikanan dan Pertanian agar tepat sasaran.
*Sujiwo meminta Pertamina bekerja ekstra mengawal pasokan BBM guna menjamin kelancaran arus mudik dan stabilitas harga tiket angkutan air.







