Landak  

Landak Siaga Bencana! Karolin Imbau Warga Waspada Banjir Kiriman Hingga 11 Januari

Landak Siaga Bencana! Karolin Imbau Warga Waspada Banjir Kiriman Hingga 11 Januari. (Foto: IST.)

KalbarOke.Com – Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk dalam beberapa hari ke depan. Hal ini merujuk pada peringatan dini BMKG Supadio terkait potensi hujan lebat disertai angin kencang mulai 9 hingga 11 Januari 2026.

“Saya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, tanah longsor, maupun pohon tumbang,” ujar Bupati Landak, Karolin Margret Natasa.

Wilayah Kabupaten Landak diprediksi mengalami hujan dengan intensitas tinggi setidaknya hingga tanggal 10 Januari mendatang. Kondisi tersebut berisiko memicu bencana hidrometeorologi yang dapat mengancam keselamatan serta merusak fasilitas infrastruktur publik di daerah tersebut.

Warga diperingatkan untuk terus memantau informasi resmi dari kanal pemerintah guna menghindari berita bohong terkait perkembangan cuaca.

Kesadaran mandiri terhadap tanda-tanda alam di lingkungan sekitar menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa.

Menanggapi situasi tersebut, Bupati Karolin menginstruksikan seluruh perangkat daerah, BPBD, hingga tingkat kecamatan untuk meningkatkan kesiapsiagaan penuh di wilayah masing-masing.

Pemantauan intensif harus dilakukan terhadap titik-titik rawan yang dilaporkan sudah mulai terendam air.

Baca :  BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan Januari 2026, Curah Hujan Ekstrem Hingga 500 Mm Ancam Sejumlah Wilayah

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, seluruh pihak terkait harus terus berkoordinasi memantau perkembangan cuaca saat ini,” tegas Bupati Landak, Karolin Margret Natasa.

Masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai diminta mengantisipasi potensi banjir kiriman dari wilayah hulu yang bisa datang secara mendadak. Pemerintah desa juga wajib menyiapkan lokasi evakuasi sementara jika debit air sungai mulai meluap ke pemukiman warga.

Koordinasi lintas sektoral diperkuat untuk memastikan jalur komunikasi tetap terbuka selama masa siaga darurat ini berlangsung. Kecepatan pelaporan kondisi darurat sangat menentukan ketepatan langkah evakuasi serta distribusi bantuan logistik bagi korban terdampak.

Warga yang tinggal di area perbukitan diingatkan untuk mewaspadai pergeseran tanah jika hujan turun dengan durasi lebih dari tiga jam tanpa henti. Deteksi dini secara swadaya diharapkan dapat mempercepat pengungsian mandiri sebelum bencana longsor atau banjir bandang terjadi.

“Segera laporkan kepada pihak terkait apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing demi kecepatan penanganan,” tambah Bupati Landak, Karolin Margret Natasa.

BPBD Landak telah disiagakan selama 24 jam untuk merespon setiap panggilan darurat dan melakukan kaji cepat di lokasi terdampak. Dukungan sarana evakuasi seperti perahu karet dan perlengkapan penyelamatan lainnya sudah mulai digeser ke titik-titik yang dianggap paling berisiko.

Baca :  Jamin Malam Tahun Baru Aman, Bupati Karolin Patroli Motor Keliling Ngabang dan Cek Kesiapan RSUD Landak

Pemerintah Kabupaten Landak berkomitmen hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman melalui tindakan nyata penanggulangan bencana. Sinergi antara kewaspadaan warga dan kesigapan petugas diharapkan mampu menekan dampak negatif dari siklus cuaca ekstrem ini.


Ringkasan Berita

• Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengeluarkan imbauan waspada cuaca ekstrem menyusul peringatan dini BMKG 9-11 Januari 2026.

• Potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang berisiko memicu banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang di wilayah Landak.

• Bupati menginstruksikan BPBD, camat, dan pemerintah desa untuk memantau titik banjir serta bersiaga terhadap kiriman air dari hulu.

• Warga di bantaran sungai dan perbukitan diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra dan segera melaporkan kondisi darurat kepada petugas.

• Pemerintah Kabupaten Landak memprioritaskan keselamatan warga melalui penguatan koordinasi lintas instansi selama masa siaga bencana.