Landak  

Bupati Landak Karolin Instruksikan Pengawasan Ketat SPBU Guna Cegah Penimbunan Bahan Bakar

Bupati Landak Karolin Margret Natasa merespons antrean BBM di Ngabang dengan mempercepat distribusi dan memperkuat pengawasan lapangan pada Maret 2026. (Foto: Rakor bersama forkopimda/Ist.)

KalbarOke.Com — Antrean bahan bakar minyak (BBM) yang sempat terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Landak langsung direspons cepat oleh Bupati Karolin Margret Natasa. Ia mengambil langkah sigap dengan mempercepat distribusi sekaligus memperkuat pengawasan di lapangan agar kondisi tersebut tidak berlarut-larut.

Sejak antrean muncul di beberapa titik, terutama di wilayah Ngabang dan sekitarnya, Karolin menginstruksikan jajaran pemerintah daerah untuk berkoordinasi dengan kepolisian dan pengelola SPBU.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan pelayanan tetap tertib serta menjamin distribusi BBM merata kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Kami tidak tinggal diam. Sejak awal kami langsung bergerak dan meminta distribusi dipercepat,” tegas Karolin saat rapat koordinasi bersama Forkopimda Kalbar dan Pertamina, Jumat (20/3/2026) malam.

Ia memerintahkan pemantauan langsung di lapangan guna memastikan BBM benar-benar sampai ke tangan masyarakat dan tidak menumpuk di titik tertentu.

Di sisi lain, pihak Pertamina memastikan bahwa stok BBM untuk wilayah Kalimantan Barat saat ini dalam kondisi yang aman.

Baca :  Ratusan Emak-emak Serbu Polres Landak, Paket Sembako Murah Rp90 Ribu Ludes dalam Sekejap

Pasokan tersebut ditopang dari Terminal BBM Pontianak dengan jadwal kedatangan kapal pengangkut setiap dua hari sekali dari kilang di Jawa dan Merak.

Menurut Pertamina, antrean panjang yang terjadi belakangan ini bukan disebabkan oleh kelangkaan stok, melainkan lonjakan pembelian atau fenomena panic buying.

Menanggapi hal tersebut, Karolin mengimbau warga Kabupaten Landak agar tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai dengan kebutuhan harian saja.

“Kalau pembelian dilakukan seperti biasa, tidak berlebihan, maka antrean akan lebih cepat terurai,” ujar Karolin pada Jumat (20/3/2026).

Bupati juga mendorong agar distribusi ke wilayah yang jauh dari pusat pasokan, seperti pedalaman Landak, diprioritaskan agar tidak terjadi ketertinggalan penyaluran.

Karolin menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mengawal proses distribusi hingga kondisi di seluruh SPBU benar-benar kembali stabil.

Pengawasan ketat juga diberlakukan untuk mencegah adanya praktik penyalahgunaan maupun penimbunan BBM oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kita pastikan pasokan ini sampai ke masyarakat. Kita kawal bersama supaya tidak ada yang dirugikan,” tegasnya lagi.

Baca :  Disergap di Siang Bolong, Pengedar Sabu di Dusun Raiy Ngabang Diamankan Bersma Timbangan Digitalnya

Saat ini, pemerintah daerah bersama aparat keamanan terus melakukan pemantauan intensif di setiap SPBU guna memastikan pelayanan berjalan maksimal.

Dengan koordinasi lintas sektor ini, Karolin optimistis persoalan antrean BBM di Kabupaten Landak dapat segera teratasi dalam waktu singkat.

“Kami pastikan masyarakat tidak dibiarkan menghadapi ini sendiri. Pemerintah hadir sampai kondisi kembali normal,” pungkasnya pada Jumat (20/3/2026).


Ringkasan Berita

Bupati Landak Karolin Margret Natasa merespons antrean panjang BBM di Ngabang dengan mempercepat distribusi pada Jumat (20/3/2026).

Pertamina memastikan stok BBM aman dengan pasokan rutin setiap dua hari, namun antrean dipicu oleh fenomena panic buying.

Karolin menginstruksikan pengawasan ketat di lapangan untuk mencegah penimbunan dan memastikan penyaluran tepat sasaran.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar antrean di SPBU segera terurai.

Pemerintah Kabupaten Landak berkomitmen mengawal distribusi hingga ke wilayah pelosok agar pasokan energi tetap stabil.