Landak  

Bupati Landak Teken Status Siaga Darurat, GOR Ngabang Jadi Pusat Komando Bencana

Bupati Landak Teken Status Siaga Darurat, GOR Ngabang Jadi Pusat Komando Bencana. (Foto: Hendri Marcelleno)

KalbarOke.Com – Pemerintah Kabupaten Landak secara resmi menetapkan Status Siaga Darurat Bencana menghadapi meningkatnya ancaman banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor. Penetapan status ini diumumkan langsung oleh Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, pada Minggu (11/1/2026) sebagai respons atas tingginya curah hujan yang melanda wilayah tersebut.

“Status Siaga Darurat Bencana ini berlaku selama 14 hari ke depan sejak tanggal penetapan. Status tersebut dapat diperpanjang bahkan ditingkatkan sesuai perkembangan situasi di lapangan,” tegas Bupati Landak, Karolin Margret Natasa.

Keputusan strategis ini diambil setelah hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan intensitas hujan yang menyebabkan kenaikan muka air sungai-sungai utama.

Dengan adanya payung hukum ini, pemerintah daerah memiliki dasar yang kuat untuk melakukan mobilisasi personel, peralatan, serta anggaran logistik secara cepat dan terpadu.

Status ini juga menjadi peringatan bagi seluruh instansi terkait untuk berada dalam posisi siap tempur (standby). Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan meminimalkan risiko kerusakan infrastruktur akibat fenomena hidrometeorologi.

Seiring dengan penetapan status tersebut, Pemerintah Kabupaten Landak juga telah mengaktifkan Posko Siaga Darurat Bencana yang dipusatkan di GOR Indoor Bujakng Nyangko, Ngabang. Posko ini akan berfungsi sebagai pusat kendali dan koordinasi (command center) selama masa siaga berlangsung.

Baca :  Karolin Luncurkan Inovasi Kedelai dan Ubi Kayu di Jelimpo, Landak Juara Pangan Kalbar

“Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi untuk mempercepat penanganan apabila terjadi bencana. Kondisi akan terus kita pantau sembari melakukan langkah-langkah penanganan yang diperlukan,” jelas Karolin Margret Natasa.

Melalui posko ini, seluruh laporan dari tingkat kecamatan akan dikumpulkan secara berkala untuk menentukan prioritas penanganan.

Bupati menekankan pentingnya respons cepat dalam hitungan jam guna menghindari jatuhnya korban jiwa apabila debit air tiba-tiba melonjak di pemukiman padat penduduk.

Pusat koordinasi ini juga terbuka bagi partisipasi masyarakat dan lembaga swadaya yang ingin berkontribusi dalam bantuan kemanusiaan.

Dengan satu pintu komando, distribusi bantuan dan peralatan penyelamatan diharapkan dapat tersalurkan secara lebih merata dan efektif.

Penetapan status Siaga Darurat memberikan kewenangan lebih luas bagi pemerintah daerah untuk melakukan langkah-langkah mitigasi konkret.

Hal ini meliputi upaya pencegahan, pengurangan dampak risiko bencana, hingga perlindungan menyeluruh terhadap kelompok rentan di wilayah terdampak.

“Kita tentu berharap kondisi cuaca bisa terus membaik, sehingga debit air tidak bertambah dan aktivitas masyarakat tidak terganggu,” tambah Bupati Karolin.

Jika situasi memburuk, status ini memungkinkan pemerintah untuk segera mencairkan cadangan pangan dan mengaktifkan dapur umum guna pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pengungsi.

Baca :  Aksi Licin Maling Motor Ngabang Terbongkar, Pelaku Ubah Warna Kendaraan Demi Bayar Hutang

Langkah antisipatif ini diambil agar tidak terjadi keterlambatan dalam penyaluran bantuan saat akses jalan terputus.

Masyarakat Kabupaten Landak diimbau untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan ekstra, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah rawan longsor dan bantaran sungai.

Sinergi antara kebijakan pemerintah dan kesadaran warga diharapkan mampu menjaga stabilitas wilayah selama masa rawan bencana ini.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan pembaruan informasi secara transparan kepada publik mengenai perkembangan status kebencanaan.

Komitmen ini bertujuan untuk memastikan setiap langkah penanganan di Kabupaten Landak berjalan secara efektif, efisien, dan terarah.


Ringkasan Berita

• Bupati Landak Karolin Margret Natasa menetapkan status Siaga Darurat Bencana mulai Minggu (11/1/2026) hingga 14 hari ke depan.

• Status ini mencakup kesiapsiagaan terhadap ancaman banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung akibat cuaca ekstrem.

• Pemerintah mengaktifkan Posko Siaga Darurat di GOR Indoor Bujakng Nyangko, Ngabang, sebagai pusat koordinasi terpadu.

• Penetapan status memudahkan pemerintah dalam memobilisasi personel, peralatan penyelamatan, serta pendistribusian logistik darurat.

• Masyarakat diimbau tetap waspada namun tidak panik, serta terus memantau informasi resmi dari posko komando bencana.