Rotasi Besar-besaran Pejabat Kubu Raya, Jiwo: Jangan Pilih-Pilih Tempat ‘Basah’ atau ‘Kering’

Bupati Sujiwo rotasi ratusan pejabat Pemkab Kubu Raya. Ia tekankan jabatan adalah amanah tanggung jawab, bukan soal mencari keuntungan. (Foto: Ist.)

KalbarOke.Com — Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan bahwa rotasi pejabat baik mutasi maupun promosi merupakan komitmen moral dan profesional dalam menjalankan amanah. Hal tersebut disampaikannya saat melantik ratusan pejabat di Aula Praja Utama kantor Bupati pada Senin (19/1/2026).

Sebanyak 8 pejabat eselon II dikukuhkan, 8 pejabat eselon II dimutasi, serta puluhan pejabat eselon III dan IV resmi dilantik. Sujiwo mengingatkan bahwa setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) harus selalu siap ditempatkan di mana saja dan kapan saja sesuai kebutuhan daerah.

Bupati menekankan bahwa jabatan merupakan kepercayaan dari rakyat yang nantinya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, integritas harus menjadi landasan utama bagi setiap pejabat dalam melaksanakan tugas dan fungsinya masing-masing.

“Jabatan itu amanah. Bukan soal tempat kering, kecil, dan besar, tapi jabatan itu adalah tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat dan Tuhan,” tegas Sujiwo.

Sujiwo menyadari tantangan besar yang dihadapi Kabupaten Kubu Raya saat ini, terutama terkait pengelolaan anggaran dalam kondisi fiskal yang tidak ideal. Kerja sama tim dan komitmen yang kuat dari para pejabat baru sangat dibutuhkan untuk mencapai hasil kerja maksimal.

Baca :  Target Agustus Mengalir! Pembangunan IPA Sungai Rengas Solusi Air Bersih Sungai Kakap hingga Jeruju Besar

Setiap pejabat yang dilantik juga telah menyatakan komitmennya untuk menjaga disiplin, etika, serta loyalitas sebagai abdi negara. Sujiwo memastikan bahwa evaluasi kinerja terhadap seluruh pejabat akan dilakukan secara objektif, berkala, dan berkelanjutan.

“Para pejabat bersedia dievaluasi kinerjanya secara berkala sesuai mekanisme yang berlaku. Evaluasi tersebut akan dilakukan secara objektif dan berkelanjutan,” ujarnya pada Senin (19/1/2026).

Menariknya, dalam pernyataan jabatan tersebut, para pejabat juga menyatakan kesiapan untuk mengundurkan diri jika gagal mencapai target. Hal ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam membangun birokrasi yang benar-benar profesional dan melayani masyarakat.

Langkah pengunduran diri ini berlaku bagi mereka yang tidak mampu memenuhi target kinerja atau terbukti melanggar ketentuan disiplin pegawai. Aturan tegas ini diharapkan dapat memacu semangat para pejabat untuk bekerja lebih keras dan transparan.

Sujiwo menambahkan bahwa rotasi jabatan adalah hal yang lumrah dalam organisasi guna melakukan penyegaran serta pembinaan karier bagi para ASN. Menetap terlalu lama di satu bidang dinilai tidak sehat bagi perkembangan kapasitas seorang pegawai negeri.

Baca :  Panggung Prestasi Paskibra! 80 Peserta SeKalbar Unjuk Kekompakan di LPSC Season 13 Tahun 2026

“Rotasi ini hal yang biasa untuk penyegaran. Karena seorang ASN kalau terlalu lama di suatu bidang juga tidak sehat,” jelasnya memberi alasan dibalik perombakan besar-besaran tersebut.

Bupati menginstruksikan para pejabat baru untuk segera beradaptasi dengan lingkungan tugas yang baru dan langsung fokus pada percepatan pembangunan. Pelayanan publik yang berkualitas harus tetap menjadi prioritas utama demi kemajuan seluruh masyarakat di Kabupaten Kubu Raya.


Ringkasan Berita

*Bupati Kubu Raya Sujiwo melantik ratusan pejabat eselon II, III, dan IV di Aula Praja Utama pada Senin (19/1/2026).

*Sujiwo menegaskan bahwa jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, tanpa memandang tempat “basah” atau “kering”.

*Para pejabat yang baru dilantik menandatangani pernyataan kesiapan untuk dievaluasi secara berkala dan objektif oleh pemerintah daerah.

*ASN yang tidak mampu mencapai target kinerja atau melanggar disiplin diwajibkan menyatakan kesiapan untuk mengundurkan diri dari jabatan mereka.

*Rotasi besar-besaran ini bertujuan untuk penyegaran organisasi dan mempercepat pembangunan daerah di tengah kondisi fiskal yang sedang menantang.