Delegasi Mombasa County Sambangi Kemdiktisaintek, Bahas Perluasan Akses Pendidikan Tinggi

Delegasi Mombasa County, Kenya, mengunjungi Kemdiktisaintek untuk memperkuat kerja sama pendidikan tinggi dan memperluas akses studi bagi mahasiswa Afrika Timur. Foto: dok Kemdiktisaintek

KalbarOke.com – Kabupaten Mombasa County, pusat ekonomi terbesar kedua di Kenya setelah Nairobi, tengah membidik penguatan akses pendidikan tinggi melalui kerja sama internasional. Upaya itu terlihat dari kunjungan delegasi Pemerintah Mombasa County ke gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat kolaborasi pendidikan tinggi antara Indonesia dan Kenya, khususnya dengan Mombasa County. Wilayah pelabuhan utama di Afrika Timur itu saat ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan tinggi, karena hanya memiliki satu universitas negeri dan masih kuatnya kendala ekonomi di masyarakat.

“Akses masyarakat ke pendidikan tinggi masih sangat terbatas karena faktor ekonomi. Banyak yang tidak bisa melanjutkan studi akibat keterbatasan biaya,” kata Mbwarali Kame, pejabat Departemen Pendidikan Mombasa County, yang tergabung dalam delegasi. Ia menyebut kunjungan ke Jakarta bertujuan mempelajari praktik baik pengelolaan pendidikan tinggi di Indonesia sekaligus membuka peluang kerja sama pengembangan sumber daya manusia.

Baca :  Inovasi “Culik Tanam” Optimalkan 2.000 Hektare Jagung untuk Ketahanan Pangan

Pertemuan tersebut juga menindaklanjuti rencana peningkatan jumlah mahasiswa asal Mombasa yang akan menempuh pendidikan di Indonesia. Sejak tahun lalu, sekitar 17 mahasiswa dari Mombasa telah dikirim untuk studi di berbagai perguruan tinggi Indonesia. Sebelum berangkat, mereka terlebih dahulu mengikuti pelatihan persiapan selama kurang lebih tiga bulan untuk adaptasi budaya dan akademik.

Indonesia, menurut Kemdiktisaintek, juga membuka akses luas bagi mahasiswa Kenya melalui berbagai skema beasiswa internasional. Salah satunya adalah KNB Scholarship atau Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang yang mencakup jenjang sarjana, magister, hingga doktor.

Selain itu, terdapat pula Indonesian AID Scholarship atau TIAS yang dikelola oleh Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional. “Beasiswa ini fokus pada capacity building dan penguatan kerja sama pembangunan. Kenya termasuk negara yang berpotensi menjadi mitra dalam skema ini,” ujar Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Kemdiktisaintek, Mukhamad Najib.

Baca :  Kampus Diminta Jadi Motor Hilirisasi Riset Sawit Berkelanjutan

Kerja sama pendidikan Indonesia–Kenya sendiri telah terjalin sejak lama. Meski Kedutaan Besar Kenya di Indonesia baru resmi dibuka pada 2022, hubungan bilateral kedua negara telah berlangsung sejak 1979, dengan sektor pendidikan sebagai salah satu bidang prioritas.

Najib menambahkan, ke depan perlu dilakukan pengembangan bidang studi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan Mombasa County, antara lain pertanian, ekonomi, energi dan green development, pendidikan vokasi, serta industri dan manufaktur. “Kami terbuka dengan berbagai bentuk kerja sama yang diinginkan delegasi Mombasa. Kolaborasi pendidikan tinggi dan pengembangan SDM menjadi agenda penting yang terus kami dorong,” ujarnya. (*/)