Densus 88 Gelar Lentera Kapuas di SMAN 2 Sungai Raya, Perkuat Literasi Lawan Radikalisme

Unit Pencegahan Densus 88 AT Polri menggelar program Lentera Kapuas di SMAN 2 Sungai Raya, Kubu Raya, untuk memperkuat literasi, toleransi, dan pencegahan radikalisme di kalangan pelajar. Foto: Divisi Humas Polri

KalbarOKe.com — Unit Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri kembali menggelar program Lentera Kapuas—akronim dari Literasi, Edukasi, dan Toleransi Lawan Radikalisme dan Terorisme—di SMAN 2 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis, 8 Januari 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di musala sekolah itu diikuti sekitar 257 siswa kelas XI. Program ini menjadi bagian dari upaya pencegahan dini terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di lingkungan pendidikan menengah.

Kepala SMAN 2 Sungai Raya Munzirin bersama jajaran pimpinan sekolah turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dari unsur Densus 88 AT Polri, kegiatan diikuti oleh sejumlah personel Unit Pencegahan yang terlibat langsung dalam sesi edukasi dan diskusi bersama siswa.

Baca :  Pedagang Diadang Pengelola Daya Motor: Bupati Kubu Raya Marah Besar dan Ancam Bongkar Paksa Pagar

Materi utama disampaikan oleh Briptu Muhammad Mursid yang menekankan pentingnya literasi keamanan dan kemampuan berpikir kritis di kalangan pelajar. Menurut dia, kelompok radikal kerap menjadikan remaja sebagai sasaran melalui pendekatan emosional dan pemanfaatan ruang digital.

“Proses radikalisasi sering diawali dari hal-hal yang tampak sepele di media sosial maupun pergaulan sehari-hari. Dengan literasi digital dan nalar kritis, pelajar dapat melakukan deteksi dini dan tidak mudah terpengaruh,” kata Mursid.

Selain membahas pola perekrutan dan karakteristik kelompok radikal, materi juga menyoroti keterkaitan antara perundungan di lingkungan sekolah dengan meningkatnya kerentanan remaja terhadap propaganda ideologi kekerasan. Para siswa diajak membangun iklim sekolah yang aman, inklusif, dan toleran sebagai benteng utama pencegahan radikalisme.

Baca :  Densus 88 Ungkap Bahaya Komunitas Digital Ekstrem, Puluhan Anak Terpapar Konten Kekerasan

Diskusi berlangsung interaktif dengan respons aktif dari peserta. Panitia mencatat adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai konsep intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, termasuk kemampuan awal mengenali tanda-tanda radikalisasi di lingkungan sekolah maupun ruang digital.

Melalui program Lentera Kapuas, Densus 88 AT Polri berharap terbentuk generasi pelajar yang memiliki ketahanan ideologis, kecakapan literasi digital, serta komitmen menjaga nilai kebhinekaan sebagai bagian dari penguatan karakter kebangsaan di tingkat pendidikan menengah. (*/)