Dibayar Tak Sesuai UMK, Takut Berserikat Pula, Gimana Bisa Sejahtera?

HARI BURUH. Sejumlah buruh melakukan aksi unjuk rasa di DPRD Provinsi DI Yogyakarta, Selasa (1/5/2012). Dalam aksi yang diikuti oleh ratusan buruh darui berbagai aliansi tersebut dalam rangka memperingati hari buruh dan menuntut untuk peningkatan kesejahteraaan bagi kaum buruh. Tribun Jogja / Hasan Sakri Ghozali

Pontianak – Rela menerima upah rendah, karena takut kehilangan pekerjaan. Begitulah sebagian besar sikap buruh atau pekerja yang ada di Kalbar.

Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kalimantan barat, Suherman mengatakan bahwa masih banyak perusahaan yang tidak membayar upah sesuai upah minimum yang ditetapkan.

Masalah ini baru diketahui, ketika karyawan atau pekerja di perusahaan tersebut berserikat.

Baca :  Satpol PP Tegur Gepeng Waterfront Pontianak dan Ingatkan Potensi Copet ke Pengunjung

“Di Pontianak saja masih banyak perusahaan yang tidak membayar upah sesuai dengan upah minimum kabupaten kota atau UMK. Ketahuannya itu ketika karyawan atau pekerja itu berserikat baru ketahuan. Upahnya belum sesuai UMK, belum ada jaminan sosial, upah lemburnya tidak dibayar, baru ketahuan,” jelas Suherman.

Selain itu masalah tersebut, Menurut Suherman saat ini banyak juga karyawan yang enggan berserikat karena takut dipecat.

Baca :  Daftar Pejabat Eselon II Baru Kalbar: Eko Ardianto Pimpin BKD, Hendri Marzuki Jabat Kepala Bapenda

“Padahal berserikat itu dilindungi oleh undang-undang. Tapi karyawan itu kan dalam posisi lemah, ketika diintimidasi takut, otomatis tidak berani. Ketika di PHK atau ada masalah baru mereka mengadu ke kita baru tahu, kurang upah dan lain sebagainya,” tambahnya. (ZAIN)