KalbarOke.Com – Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengambil langkah progresif dengan menggelar kegiatan Koordinasi dan Kolaborasi Diseminasi Informasi Pemerintah Daerah. Forum yang mempertemukan jajaran birokrasi dengan para pelaku konten kreatif lokal ini berlangsung di TCM Room Kantor Wali Kota Singkawang, Rabu (14/01/2026).
Langkah ini diambil untuk memperkuat sinergi dalam menyampaikan informasi pembangunan yang akurat namun tetap ringan bagi audiens. Sekretaris Dinas Kominfo Kota Singkawang, Lulu Nonaria, menegaskan bahwa pola konsumsi informasi masyarakat saat ini telah mengalami pergeseran besar, sehingga kanal resmi pemerintah perlu menyesuaikan diri.
“Di era digital hari ini, cara masyarakat menerima dan mempercayai informasi telah banyak berubah. Informasi tidak lagi cukup hanya benar dan resmi, tetapi juga harus cepat, mudah dipahami, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujar Lulu Nonaria.
Ia mengakui bahwa tantangan algoritma media sosial dan keterbatasan jangkauan kanal resmi menjadi alasan utama mengapa pemerintah membutuhkan pendekatan yang lebih kolaboratif. Sinergi ini diharapkan mampu memangkas jarak antara kebijakan pemerintah dan pemahaman masyarakat di tingkat bawah.
Dalam forum tersebut, Pemerintah Kota Singkawang memberikan atensi khusus terhadap peran para influencer lokal. Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Fredrik MHS, menegaskan bahwa para kreator bukan sekadar alat promosi, melainkan mitra strategis yang memiliki kedekatan emosional kuat dengan warga Singkawang.
“Kami tidak memandang influencer dan konten kreator sebagai alat promosi, melainkan sebagai mitra komunikasi yang setara, independen, dan memiliki peran penting,” tegas Fredrik.
Pemerintah memastikan bahwa kolaborasi ini tidak akan mengintervensi kreativitas maupun gaya penyampaian unik masing-masing kreator. Sebaliknya, Pemkot mendorong para pegiat media sosial tersebut untuk tetap menjadi diri sendiri dalam mengemas pesan-pesan pembangunan agar lebih humanis dan mudah diterima oleh pengikut (followers) mereka.
Kedekatan para kreator dengan karakter lokal Singkawang menjadi kekuatan vital yang tidak dimiliki oleh media arus utama maupun kanal resmi pemerintah. Hal inilah yang ingin dimaksimalkan untuk menekan potensi disinformasi di tengah masyarakat.
Komitmen Pemerintah Kota Singkawang dalam kolaborasi ini didasari pada prinsip keterbukaan dan saling menghargai. Pemkot menjamin akan menyediakan akses informasi yang valid dan ruang diskusi yang berkelanjutan bagi para mitra kreatif agar pesan yang disampaikan tetap berada pada koridor data yang benar.
“Kami tidak mencari siapa yang paling viral, tetapi siapa yang paling dipercaya. Karena yang kita bangun bukan hanya jangkauan, tetapi kepercayaan publik,” pungkas Fredrik.
Fokus paling mendasar dari gerakan ini adalah membangun kredibilitas informasi daerah. Dengan menggabungkan validitas data pemerintah dan kreativitas konten kreator, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap program-program pembangunan di Kota Singkawang dapat meningkat secara berkelanjutan.
Melalui ruang kolaborasi yang terbuka ini, Pemkot Singkawang optimistis dapat menciptakan ekosistem digital yang sehat, edukatif, dan inspiratif bagi seluruh lapisan warga kota di tahun 2026.
Ringkasan Berita
• Diskominfo Singkawang mengadakan rapat koordinasi dengan konten kreator lokal di TCM Room pada Rabu (14/1/2026).
• Sekretaris Kominfo Lulu Nonaria menyatakan informasi pemerintah saat ini wajib bersifat cepat, sederhana, dan relevan dengan keseharian warga.
• Kabid IKP Fredrik MHS menegaskan konten kreator adalah mitra setara untuk membangun kepercayaan publik, bukan sekadar alat promosi.
• Kolaborasi ini tetap menjamin independensi kreatif para influencer dalam menyampaikan pesan-pesan pembangunan daerah.
• Pemkot berkomitmen menyediakan data valid guna memastikan diseminasi informasi tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.






