Mesin Kapal Rusak di Perairan Sikka, Ditpolairud Evakuasi Tiga Penumpang

Ditpolairud Polda NTT bersama tim SAR gabungan mengevakuasi tiga penumpang KM Cinta Abadi yang mengalami kerusakan mesin di perairan Sikka, Nusa Tenggara Timur. Foto: Divisi Humas Polri

KalbarOke.com — Direktorat Polisi Air dan Udara Polda Nusa Tenggara Timur bersama tim SAR gabungan mengevakuasi tiga penumpang Kapal Motor Cinta Abadi yang mengalami kerusakan mesin di Perairan Tanjung Watumanuk, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka. Seluruh penumpang berhasil diselamatkan tanpa korban jiwa.

Operasi penyelamatan melibatkan unsur Ditpolairud Polda NTT, Kantor SAR Maumere, Pangkalan TNI Angkatan Laut Maumere, serta kru kapal Marnit Sikka. Tim bergerak cepat setelah menerima laporan kapal mengalami patah as propeller di tengah pelayaran.

Direktur Polisi Air dan Udara Polda NTT Komisaris Besar Polisi Irwan Deffi Nasution mengatakan evakuasi merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menjamin keselamatan masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut.

Baca :  Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Kecelakaan KLM Putri Sakinah di Manggarai Barat

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama kami. Begitu informasi diterima, personel langsung bergerak melakukan evakuasi,” kata Irwan, mewakili Kepala Polda NTT Inspektur Jenderal Polisi Rudi Darmoko.

Berdasarkan informasi dari Kantor SAR Maumere, KM Cinta Abadi bertolak dari Pulau Palue menuju Pelabuhan Lorens Say Maumere dengan membawa tiga penumpang. Di tengah perjalanan, kapal mengalami kerusakan mesin dan tidak dapat melanjutkan pelayaran.

Tim SAR gabungan menuju lokasi menggunakan kapal rigid inflatable boat (RIB) berkekuatan 500 PK dari Pelabuhan Wuring. Setibanya di lokasi, seluruh penumpang segera dievakuasi ke kapal penyelamat.

Baca :  Hari ke-14 Pencarian KM Putri Sakinah di Perairan Komodo Masih Nihil, Tim SAR Kerahkan Teknologi Bawah Laut

Satu penumpang diturunkan di Pelabuhan Ndete, sementara dua lainnya dibawa ke Pelabuhan Wuring. Proses evakuasi berlangsung lancar meski cuaca berawan dengan tinggi gelombang laut sekitar 1 hingga 1,5 meter.

“Ketiga penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi sehat dan telah diserahkan kepada keluarga masing-masing,” ujar Irwan.

Ditpolairud Polda NTT mengimbau para nelayan dan pengguna transportasi laut agar selalu memeriksa kondisi kapal sebelum berlayar, memastikan kelayakan mesin, serta memantau informasi cuaca. Kepolisian juga menegaskan akan terus meningkatkan patroli perairan dan kesiapsiagaan SAR sebagai bagian dari pelayanan dan perlindungan masyarakat di wilayah kepulauan Nusa Tenggara Timur. (*/)