Duka Mendalam di Palembayan, 253 Korban Bencana Agam Dimakamkan Bertahap secara Bermartabat

Suasana haru menyelimuti pemakaman massal korban bencana alam di Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Total 253 korban meninggal dunia. Foto: Divisi Humas Polri.

KalbarOke.com – Suasana duka mendalam menyelimuti prosesi pemakaman massal korban bencana alam di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Tangis keluarga dan doa bersama mengiringi penghormatan terakhir bagi para korban yang kehilangan nyawa akibat bencana tersebut.

Prosesi pemakaman dilaksanakan secara bermartabat oleh Polda Sumatera Barat bersama unsur TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta para relawan. Seluruh rangkaian dilakukan dengan penuh kehati-hatian sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kemanusiaan dan martabat para korban.

Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menyampaikan bahwa hingga Rabu (7/1/2026), jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 253 orang. Dari jumlah tersebut, 222 jenazah telah berhasil diidentifikasi, sementara 31 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi oleh tim gabungan.

“Hari ini kita hadir dalam suasana duka yang mendalam untuk melaksanakan pemakaman massal korban bencana alam di Palembayan. Polri memastikan seluruh proses identifikasi dan pemulasaraan dilakukan secara profesional, humanis, dan penuh penghormatan terhadap nilai kemanusiaan,” ujar Irjen Pol Gatot.

Baca :  Polisi Musnahkan 20 Rakit PETI di Lahan Pemda Desa Jake

Dari jenazah yang telah teridentifikasi, terdiri atas 110 laki-laki dan 112 perempuan. Sementara itu, 31 jenazah yang masih dalam proses identifikasi mencakup 14 laki-laki, 12 perempuan, serta 5 bagian tubuh (body part).

Sebelumnya, pemakaman massal telah dilakukan terhadap 10 jenazah di TPU Agam, dengan empat di antaranya telah teridentifikasi. Pada hari ini, kembali dilakukan pemakaman massal terhadap enam jenazah, yang terdiri dari empat perempuan, satu laki-laki, dan satu bagian tubuh, seluruhnya ditemukan di wilayah Kecamatan Palembayan dan sekitarnya.

Kapolda Sumbar menegaskan bahwa Polri bersama seluruh unsur terkait terus memaksimalkan upaya identifikasi korban serta memberikan pendampingan psikososial kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kami bersama TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan relawan bekerja tanpa henti agar seluruh korban dapat teridentifikasi dan dimakamkan secara layak. Pendampingan kepada keluarga korban juga terus kami lakukan,” tegasnya.

Selain korban jiwa, bencana ini juga berdampak pada sektor pendidikan. Berdasarkan data posko di Kecamatan Palembayan, tercatat 104 pelajar dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK terdampak bencana. Mereka kini tersebar di tiga lokasi pengungsian, yakni SDN 05 Kayu Pasak SBB, Padang Koto Gadang, dan Nagari Salareh Aia Timur.

Baca :  Polri Kerahkan 86 Alat Berat Percepat Pemulihan Bencana di Sumatra

Kapolda Sumbar turut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses penanganan bencana ini kepada petugas di lapangan. Informasi resmi akan kami sampaikan secara terbuka dan berkala,” ujarnya.

Di akhir keterangannya, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menyampaikan duka cita mendalam atas nama negara dan institusi Polri kepada seluruh keluarga korban.

“Atas nama negara dan Polri, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” pungkasnya. (*/)