8 Ton Gula Kelapa Kalbar Tembus Pasar Luar Negeri di Pekan Pertama 2026 Melalui PLBN Entikong

8 Ton Gula Kelapa Kalbar Tembus Pasar Luar Negeri di Pekan Pertama 2026 Melalui PLBN Entikong. (Foto: Dok. Karantina Kalbar)

KalbarOke.Com – Mengawali tahun 2026, Karantina Kalimantan Barat melalui Satuan Pelayanan PLBN Entikong di Kabupaten Sanggau sukses memfasilitasi ekspor perdana komoditas unggulan daerah. Sebanyak 8 ton gula kelapa dilepas untuk pasar luar negeri pada minggu pertama Januari ini. Nilai ekonominya mencapai Rp83.790.000.

“Ekspor gula kelapa ini menunjukkan komoditas daerah memiliki daya saing yang baik di pasar internasional,” ujar Penanggungjawab Karantina Kalbar Satpel PLBN Entikong, Swiet Sinay, Selasa (6/1/25).

Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi geliat ekonomi wilayah perbatasan. Hal ini menandai peran vital karantina dalam memastikan produk lokal memiliki standar saing global tinggi.

Seluruh produk telah melewati serangkaian tindakan karantina ketat. Mulai dari pemeriksaan fisik hingga sertifikasi dilakukan demi menjamin kesehatan dan keamanan pangan negara tujuan.

Peningkatan aktivitas ekspor mencerminkan tingginya kepercayaan pelaku usaha. Mereka yakin pada sistem pengawasan dan layanan karantina di gerbang perbatasan Kalimantan Barat saat ini.

Baca :  Tahu Bakso Ayam Kalbar "Serbu" Malaysia: UMKM Perbatasan Tembus Pasar Internasional Jelang Nataru

Karantina berkomitmen terus tancap gas mempercepat proses layanan. Digitalisasi dan standardisasi prosedur internasional menjadi kunci utama pendampingan bagi para eksportir lokal.

Capaian awal tahun ini jadi pemantik semangat pelaku usaha lainnya. Mereka didorong merambah pasar ekspor dengan fasilitas serta pendampingan penuh dari pihak Karantina Kalimantan Barat.

Instansi ini siap berdiri di garda terdepan perdagangan lintas negara. Hal ini dilakukan demi kemajuan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia.

Standardisasi mutu terus dijaga agar produk tidak mendapat penolakan. Swiet Sinay menegaskan bahwa “kualitas gula kelapa asal Kalimantan Barat sudah memenuhi ekspektasi pembeli luar”.

Ke depan, frekuensi pengiriman diharapkan terus meningkat setiap bulan. Sinergi antara petani dan eksportir menjadi pondasi kuat untuk menjaga keberlanjutan stok gula kelapa daerah.

Baca :  Perusda Aneka Usaha Kalbar Digeledah Paksa, Kejati Usut Dugaan Korupsi Proyek Tahun 2018

Pemerintah berharap keberhasilan gula kelapa ini menular ke produk lain. Potensi madu hutan dan kerajinan tangan lokal sedang dilirik untuk menjadi komoditas ekspor selanjutnya.


Ringkasan Berita

• Sebanyak 8 ton gula kelapa asal Kalbar berhasil diekspor melalui PLBN Entikong pada minggu pertama Januari 2026.

• Nilai ekonomi ekspor perdana di awal tahun ini tercatat mencapai Rp83.790.000.

• Penanggungjawab Karantina Kalbar Satpel PLBN Entikong Swiet Sinay menjamin produk telah lolos sertifikasi internasional.

• Ekspor ini menjadi bukti bahwa komoditas unggulan daerah Kalimantan Barat memiliki daya saing kuat di pasar luar negeri.

• Karantina Kalbar berkomitmen mempercepat layanan ekspor melalui digitalisasi prosedur guna mendukung ekonomi nasional.