KalbarOke.Com — Gerbang ekspor diperbatasan Kalimantan Barat kembali mencatat tonggak penting bagi komoditas lokal di pasar global. Sebanyak 1,3 ton udang vaname resmi dilepas sebagai komoditas unggulan baru melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau menuju pasar Malaysia pada Rabu (21/1/2026).
Pengiriman perdana di awal tahun 2026 ini menjadi penanda babak baru penguatan ekspor perikanan lintas negara dari kawasan perbatasan Indonesia. Udang vaname dipilih sebagai motor penggerak ekonomi karena memiliki nilai ekonomi tinggi, mutu produk yang stabil, serta keseragaman ukuran yang diminati konsumen internasional.
Volume pengiriman sebesar 1,3 ton tersebut merupakan simbol awal dari pengembangan ekspor berkelanjutan. Efisiensi masa panen udang vaname di wilayah Kalimantan Barat dinilai mampu mendukung daya saing yang kuat dalam skema perdagangan perikanan antarnegara.
Penanggung Jawab Satuan Pelayanan PLBN Entikong, Swiet Sinay, menegaskan bahwa pihak Karantina Kalimantan Barat telah melakukan pengawasan ketat. Seluruh komoditas yang dilalulintaskan dipastikan telah memenuhi persyaratan karantina, kesehatan, dan keamanan pangan sesuai standar ketat negara tujuan.
“Setiap komoditas ekspor melalui PLBN Entikong dilakukan tindakan karantina secara menyeluruh untuk memastikan produk bebas dari hama dan penyakit serta memenuhi standar negara tujuan,” ujar Swiet Sinay. Langkah ini krusial untuk menjaga kepercayaan jangka panjang dengan mitra dagang luar negeri.
Kehadiran komoditas vaname dalam daftar ekspor perbatasan diharapkan mampu mendongkrak pendapatan pelaku usaha perikanan lokal. PLBN Entikong kini terus didorong menjadi simpul pelayanan ekspor yang andal dan modern di wilayah Kalimantan Barat.
Selain aspek kesehatan produk, efisiensi logistik melalui jalur darat di Entikong menjadi keunggulan tersendiri untuk mencapai pasar Malaysia dengan kondisi produk yang tetap segar. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan daya saing komoditas perikanan Indonesia di kancah internasional.
Swiet Sinay menambahkan bahwa penguatan layanan di perbatasan akan terus ditingkatkan guna mendukung target ekspor nasional. Dukungan infrastruktur dan kemudahan birokrasi di PLBN Entikong menjadi faktor kunci dalam mendorong lebih banyak komoditas lokal untuk “go international”.
Dengan keberhasilan ekspor perdana ini, diharapkan akan muncul pelaku usaha baru yang melirik potensi budidaya udang vaname di Kalimantan Barat. Konsistensi mutu dan volume pengiriman akan menjadi fokus utama pemerintah daerah dan instansi terkait di masa mendatang.
Ringkasan Berita
*Sebanyak 1,3 ton udang vaname asal Kalimantan Barat resmi diekspor ke Malaysia melalui PLBN Entikong pada Rabu (21/1/2026).
*Pengiriman ini merupakan ekspor perdana komoditas perikanan unggulan di awal tahun 2026 yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
*Karantina Kalimantan Barat memberikan jaminan bahwa produk tersebut bebas hama penyakit dan memenuhi standar keamanan pangan internasional.
*Udang vaname dipilih karena memiliki keunggulan dalam mutu, keseragaman ukuran, dan masa panen yang efisien.
*PLBN Entikong diproyeksikan menjadi pusat layanan ekspor perikanan utama untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar Malaysia.






