Evakuasi Dramatis ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Korpasgat Tembus Medan Terjal

Evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, berlangsung dramatis. Korpasgat TNI AU dan tim SAR gabungan menghadapi medan ekstrem dan cuaca buruk untuk menemukan seluruh korban. Foto: tangkapan layar YouTube PonTV

KalbarOke.com — Upaya evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, berlangsung dramatis. Medan terjal dan cuaca ekstrem menjadi tantangan utama prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI Angkatan Udara bersama tim SAR gabungan dalam menembus titik jatuh pesawat.

Hingga Selasa siang, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dua korban dalam kondisi meninggal dunia. Kedua jenazah ditemukan di sekitar serpihan pesawat dan langsung dimasukkan ke dalam kantong jenazah sebelum diangkat perlahan menuju posko evakuasi di bagian atas gunung.

Ratusan personel dikerahkan dalam operasi ini. Mereka berasal dari Korpasgat TNI AU, TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, Basarnas, serta relawan masyarakat setempat. Sejak Minggu, 18 Januari 2026, para personel harus bergelut dengan kemiringan lereng yang curam dan permukaan tanah yang licin akibat hujan.

Baca :  WN Spanyol Korban Kapal Wisata KM Putri Sakinah Ditemukan Tewas di Selat Padar

Untuk mencapai lokasi, tim menggunakan teknik rappelling—menuruni tebing dengan tali—guna menembus titik koordinat jatuhnya pesawat ATR 42-500. Setiap langkah dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi medan yang rawan longsor.

Proses penyisiran masih terus dilakukan di sekitar lokasi serpihan pesawat untuk mencari korban lain yang masih dinyatakan hilang. Penanganan awal terhadap korban dilakukan secara prosedural sebelum dibawa ke rumah sakit terdekat untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Tim SAR gabungan memilih bertahan di lokasi guna memastikan seluruh penumpang dan awak pesawat dapat ditemukan. Dukungan logistik serta personel tambahan terus dikirim ke puncak Gunung Bulusaraung untuk mempercepat proses evakuasi sebelum kondisi cuaca kembali memburuk.

Baca :  Polisi Jemput Bola Data Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat ATR di Sulsel

Sementara itu, pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, sempat terkendala cuaca. Operasi pencarian dilakukan melalui jalur darat dan udara, termasuk dengan mengerahkan helikopter TNI.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan tim SAR menerima laporan warga mengenai suara ledakan dan terlihatnya titik api di kawasan pegunungan karst yang berhutan lebat dan memiliki tebing terjal. “Selain cuaca, kondisi medan menjadi tantangan utama bagi tim evakuasi,” ujarnya. (*/)